pemerintah kota dumai
Home    

Maksimalkan Pengelolaan Zakat di Dumai, 300 Peserta Ikuti Bimtek
Senin, 08 Juni 2015 - 14:17:55 WIB

Maksimalkan Pengelolaan Zakat di Dumai, 300 Peserta Ikuti Bimtek

DUMAI-Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat merupakan ibadah madhah sekaligus ibadah maaliyah ijtimaiyah, karena zakat merupakan pranata keagamaan yang berfungsi sosial. Tujuan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi problematika sosial serta mengentaskan kemiskinan. 

Mengingat hal tersebut, Bagian ADM Kesra Setdako Dumai menggelar bimbingan teknis (Bimtek) zakat di Gedung Pendopo dan secara resmi dibuka Asisten I Pemko Dumai H. Dermawan, Senin (8/6/2015). Bimtek diperuntukan bagi pengurus masjid/mushalla, Kementrian Agama, KUA di tujuh kecamatan, perwakilan organisasi Islam, Perwakilan Badan Amil Zakat (BAZ) Dumai dan Kecamatan serta aparatur kecamatan dan kelurahan.

“Total peserta Bimtek 300 orang. Dimana 210 orang merupakan pengurus masjid/mushalla, sedangkan sisanya 90 orang berasal dari Kemenag, BAZ, Organisasi Islam, KUA, Aparatur Pemerintah dan masyrakat umum lainnya,” kata Panitia Pelaksana Nurlela.

Disebutkan, zakat merupakan asset berharga bagi umat Islam yang disamping memiliki nilai ibadah, zakat juga memiliki nilai sosial tinggi dan bila dikelola maksimal dan profesional akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang pembangunan menuju tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

“Seiring terbitnya UU Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan dalam rangka menambah pengetahuan dan pemahaman pengelolaan zakat, Pemko Dumai berinisiatif melaksanakan Bimtek Pengelolaan Zakat bagi masyarakat, lembaga, organisasi dan aparatur Pemerintah yang terkait dengan pengelolaan zakat yang terselenggara hari ini,” kata Nurlela.

Tujuan lain, kata Nurlela, menambah pengetahuan dan kompetensi masyarakat, organisasi, lembaga dan aparatur pemerintah dalam hal pengelolaan zakat secara optimal dan professional dan mengembangkan serta menyalurkan potensi zakat di masyarakat. “Untuk narasumber langsung didatangkan dari Kementrian Agama RI, yakni Doktor H.A. Juraidi MA dengan waktu pelaksanaan sehari,” ujar Nurlela.

Asisten I Pemko Dumai H. Dermawan ketika membuka bimtek menyebutkan, untuk mewujudkan tujuan nasional, pemerintah senantiasa melakukan upaya nyata dalam bentuk pembangunan fisik material dan mental spiritual. Antara lain, melakukan pembangunan bidang agama yang meliputi peningkatan keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan kerukunan hidup umat beragama dan peningkatan peran serta umat beragama dalam pembangunan nasional.

Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pemerintah melakukan berbagai upaya yang salah satunya adalah dengan memberdayakan dan mengoptimalkan zakat yang potensinya cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola secara profesional.

“Maka itu, hari ini dilaksanakan bimtek Pengelolaan Zakat. Dengan harapan, bimtek dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada kita semua terhadap pengelolaan zakat dan dapat diimplementasikan ditengah kehidupan bermasyarakat demi meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Doktor H. Juraidi menyatakan, pelaksanaan praktik zakat dalam masyarakat Islam nampaknya masih ‘termajinalkan’ dibanding rukun Islam lainnya, seperti salat, puasa, apalagi dibandingkan dengan ibadah Haji. “Padahal sesuai perintah Allah SWT senantiasa dirangkaikan dengan perintah salat. (Tidak kurang 30 ayat dalam Al-Quran, diantaranya QS. Al-Baqarah/2:43),” tuturnya.

Dikatakan, saat ini masih terdapat kesenjangan besar antara Zakat yang berhasil dihimpun dengan potensi zakat yang ada. “Berdasarkan laporan BAZNAS tahun 2013, zakat yang berhasil dihimpun hanya Rp2,5 triliun. Sementara, potensi zakat di Indonesia berdasarkan laporan hasil penelitian Center for the Study of Relegion and Culture (CSRC) UIN Jakarta (2006), potensi zakat di indonesia Rp19,5 triliun. Yang lebih mencengangkan yakni penelitian IPB bekerjasama dengan BAZNAS (2011) potensi zakat di indonesia mencapai Rp217 triliun. Namun, zakat yang berhasil dihimpun hanya sekitar 0,9 persen dari potensi yang belum tergali. Karena itu, perlu upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkannya,” urainya. (adv/hms)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau PEMERINTAH KOTA DUMAI 2014