pemerintah daerah kabupaten indragiri hilir
Home    
Kunjungi Lapas Tembilahan, Bupati HM Wardan Berikan Remisi dan Lihat Karya Seni Napi
Jumat, 18 Agustus 2017 - 07:00:56 WIB

Kunjungi Lapas Tembilahan, Bupati HM Wardan Berikan Remisi dan Lihat Karya Seni Napi

INDRAGIRI HILIR-Bupati Inhil HM Wardan, Kamis (17/8/2017) siang mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kunjungan sempena pemberian remisi umum kepada 398 narapidana atau warga binaan di HUT kemerdekaan ke 72.

Ke 398 orang narapidana tersebut terdiri dari 18 orang memperoleh remisi 6 bulan, 32 orang memperoleh 5 bulan remisi, 36 orang mendapatkan 4 bulan remisi, 77 orang menerima 3 bulan remisi, kemudian 56 orang menerima 2 bulan remisi dan 179 orang narapidana menerima 1 bulan remisi. Sementara itu, 9 orang di antaranya langsung bebas.

HM Wardan mengatakan, bersamaan dengan pemberian remisi juga ditampilkan hasil pembinaan yang dilaksanakan pihak lapas melalui atraksi seni. Sehingga tema kegiatan tahun ini 'Melalui Remisi Kita Berintegrasi Dengan Seni' dimaknai sebagai pembinaan seni kepada warga binaan pemasyarakatan dalam upaya melembutkan jiwa dan rasa. Sehingga perasaan yang mengarah kepada perbuatan kriminal dapat dieliminir.

"Pada akhirnya, saat kembali di masyarakat mereka bisa lebih mampu memaknai hidup secara holistik dan kembali berintegrasi secara sehat dengan masyarakat," tukasnya.

Dikatakan, kemerdekaan Indonesia bukan hanya sebatas deklarasi kebebasan dari segala bentuk penindasan penjajah, lebih dari itu harus dimaknai sebagai suatu komitmen dari seluruh rakyat Indonesia untuk membangun negara mandiri serta mampu memberikan perlindungan terhadap segenap tumpah darahnya.

Upaya mewujudkan kemerdekaan, menurut Wardan, tentunya merupakan tanggung jawab dari segenal lapisan elemen masyarakat untuk "Bekerjasama dan sama-sama bekerja" tanpa terkecuali.

Ditambahkan, pemberian remisi bukan semata-mata hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula bentuk kelonggaran agar para narapidana segera bebas. Namun, pemberian remisi merupakan bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan.

Secara psikologis, pemberian remisi juga berpengaruh dalam menekan tingkat frustasi sehingga dapat meredukai atau meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas, Rutan, berupa pelarian, perkelahian dan kerusuhan lainnya.

Selanjutnya, terhadap beberapa fenomena umum di Lapas maupun Rutan yang kerap terjadi belakangan ini, diungkapkan Bupati Wardan, Pemerintah berinisiatif untuk mengeluarkan paket kebijakan reformasi hukum yang salah satu programnya adalah pembenahan terhadap Lapas.

Program reformasi hukum yang bertujuan memulihkan kepercayaan publik, memberikan keadilan pada rakyat dan menjamin kepastian hukum, menurut bupati, dibangun dengan melakukan penataan regulasi. "Terkait dengan pelaksanaan tugas pemasyarakatan saat ini, sedang dilakukan penataan terhadap regulasi syarat dan tata cara pemberian hak kepada para napi, melalui penyederhanaan dalam proses pemberian hak mereka dengan memotong jalur birokrasi terhadap proses usulan pemberian hak," tukasnya. (adv/diskominfo)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.inhlkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR � 2013