pemerintah daerah kabupaten kuansing
Home    

Bangunan Tiga Pilar Peninggalan Sukarmis Terlantar, Inilah Jawaban Bupati Mursini!
Senin, 06 November 2017 - 22:33:23 WIB

Bangunan Tiga Pilar Peninggalan Sukarmis Terlantar, Inilah Jawaban Bupati Mursini!

KUANSING-Pemerintahan Mursini-Halim dituding telah menelantarkan proyek tiga pilar, meliputi Hotel Kuansing, Uniks dan Pasar berbasis modern. Alasannya, sudah dua tahun pemerintahan, ketiga bangunan mewah peninggalan pemerintahan Sukarmis-Zulkifli itu belum juga difungsikan.

Menanggapi tudingan tersebut H Mursini mengatakan, bangunan itu belum bisa difungsikan karena belum ada serah terima dari rekanan kepada pemerintah. Apalagi, bangunan itu belum tuntas seutuhnya. Sehingga pemerintahannya tidak bisa menanganinya. Sebab, kalau belum diserahterimakan berarti belum terhitung sebagai aset daerah. 

Demikian disampaikan H Mursini dihadapan anggota DPRD dalam sidang paripurna, akhir pekan lalu. Kendati merasa prihatin dengan kondisi bangunan itu, namun penyelesaiannya tetap harus berdasarkan aturan, yakni sesuai hasil audit BPKP. Saat ini, baru ada dua bangunan yang telah dikeluarkan hasil auditnya, yakni Hotel Kuansing dan Uniks.

Sementara Pasar berbasir modern dan Masjid Agung masih masih dalam prose pengajuan untuk diaudit oleh BPKP. Dari hasil audit itu dijelaskan, Hotel Kuansing dan Uniks belum tuntas pengerjaannya. Bahkan terjadi kelebihan bayar kepada pihak ketiga. Selain itu, pihak ketiga juga dikenakan denda keterlambatan. Denda itu harus dibayarkan rekanan. Makanya, Mursini menyarankan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar menindaklanjutinya.

Ironisnya, ketiga bangunan ini sekarang sudah mulai banyak yang rusak. Bahkan sebagian besar peralatannya mulai hilang karena dicuri oknum yang tak bertanggung jawab, seperti kabel listrik, lampu dan lainya.

Karena belum dilakukan serah terima kepada pemerintah, maka perawatan dan tanggung jawab masih berada kepada pihak kontraktor. “Merupakan tanggung jawab pihak ketiga. Karena sampai saat ini belum ada serah terima bangunan sebagai aset daerah,” ujar Mursini.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kuansing melalui Kabid anggaran Delis Martoni menjelaskan, tahun anggaran 2017 pemerintahan telah membayarkan utang peninggalan pemerintahan periode lalu. Utang yang dibayarkan itu berupa utang Tunjangan Profesi Guru (TPG) senilai Rp38 miliar lebih yang seharusnya dibayarkan pada 2016 lalu. Namun dengan kondisi keuangan pada saat itu, dana yang tersisa pada kas daerah tidak mencukupi untuk dilakukan pembayaran TPG.

Selanjutnya, Pemkab Kuansing juga membayar utang terhadap pembayaran gaji tenaga honorer senilai Rp8,9 miliar lebih. Kemudian Pemkab Kuansing juga membayar utang pembangunan Hotel Kuansing dan Uniks sebesar Rp17 miliar. Untuk hutang yang ini baru bisa dibayarkan apabila pihak rekanan menuntaskan sisa pekerjaannya. (jhon hendri)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.kuansing.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN KUANSING © 2017