pemerintah daerah kabupaten kuansing
Home    

Minta Pembatalan Anggaran Mobil Dinas Bupati, Plang Nama Kantor Bupati Malah Dicoret
Rabu, 14 Februari 2018 - 14:39:42 WIB

Minta Pembatalan Anggaran Mobil Dinas Bupati, Plang Nama Kantor Bupati Malah Dicoret

KUANSING-Pemerintahan Mursini-Halim tak henti-henti diterpa isu tak sedap. Selasa pagi, aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Bupati Kuansing dibuat heboh dengan adanya coretan pada bagian belakang plang nama Kantor Bupati oleh orang tidak kenal (OTK).

Coretan itu bertuliskan "Demi Rakyat Kuansing Batalkan 6 M Untuk Mobil Dinas Bupati, Hidup Rakyat Miskin, #Save Kuansing#". 

Kepala Satpol PP Erdiansyah langsung bertindak begitu memperoleh laporan tersebut. Erdiansyah langsung melakukan interograsi kepada petugas jaga malam, Rudi dan Fauzi sekaligus melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV. "Namun dari hasil rekaman CCTV wajah pelaku tidak terlihat, karena plang nama kantor bupati tidak terjangkau kamera," ujar Erdiansyah kepada wartawan.

Erdiansyah mengaku bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. "Saya akan periksa anggota secara intensif. Andai kata ditemukan kelalaian dalam menjalankan tugas, akan kita berikan sanksi tegas," tukasnya.

Sebab, kejadian tersebut sudah mencoreng nama Kuantan Singingi. "Saya optimis pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut akan bisa ditemukan. Kita sudah lapor kepada kepolisian," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Mursini dan Wabup Halim sudah melihat coretan tersebut. Keduanya mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab. "Padahal, kata Mursini, pemerintah terbuka untuk rakyat menyampaikan aspirasi asalkan disampaikan secara benar dan elegen," ujarnya.

Informasi yang diperoleh mengatakan, coretan tersebut berawal dari pemberitaan di salah satu media yang mengatakan, pemkab sudah menganggarkan pembelian mobil dinas bupati sebesar Rp6 miliar. Dari sini muncul beragam pernyataan yang menolak atau mendukung. Saat ini, bupati masih menggunakan mobil dinas bekas bupati sebelumnya, yakni Toyota Kijang Inova. Anggaran pembelian mobil dinas bupati dan wakil pernah dilakukan, namun bupati menolak dengan alasan keuangan daerah sulit.

Anggaran itu memang muncul kembali tahun 2018, sebagaimana disampaikan Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah tahun 2018. Kepala BPKAD Hendra AP melalui Kabid Asset Syafrianto menyampaikan, anggaran perlu dilakukan mengingat Bupati Mursini belum memiliki mobil dinas. Selain itu, bagian perlengkapan menganggarkan kendaraan dinas lainnya untuk operasional.

Sementara mengenai anggaran Rp6 miliar untuk pengadaan mobil dinas bupati, Syafrianto menjelaskan, penganggaran sengaja dilebihkan untuk antisipasi bila kendaraan tersebut mengalami kenaikan harga. (jhon hendri)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.kuansing.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN KUANSING © 2017