pemerintah daerah kabupaten meranti
Home    

Terkait Masalah Patok, DPRD Meranti Terima Aspirasi Masyarakat Desa Mekong
Selasa, 09 Juni 2015 - 16:01:22 WIB

Terkait Masalah Patok, DPRD Meranti Terima Aspirasi Masyarakat Desa Mekong

SELATPANJANG-Komisi A DPRD Meranti bidang Pemerintahan, Selasa (9/6/2015) menerima kedatangan masyarakat Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat di ruang Banleg. Hadir pada kesempatan itu Ketua Komisi A, yakni E. Miratna dan beberapa anggota seperti Pauzi, Edi Masyhudi, Drs. H. Nursyahrudin, H. Zubiarsyah, Azni Safri dan Marhisyam. Sementara dari masyarakat Mekong dihadiri 13 orang perwakilan.

E. Miratna mengucapkan terima kasih atas kedatangan masyarakat Mekong dan meminta masyarakat serta BPN untuk menjelaskan duduk perkara yang dihadapi masyarakat agar dicarikan solusinya. 

Perwakilan warga Desa Mekong, Armazi menjelaskan, banyak patok yang kini terpancang di lahan bakau warga Desa Mekong secara bebas. "Kita mengetahui kalau patok tersebut harus berjarak 200 meter dari bibir pantai, tapi kenyataanya banyak SKT yang kami temui berada di lahan bakau Desa Mekong. Ini berarti terjadi penjarahan bakau oleh orang luar dan bukan masyarakat lokal. Makanya, kami meminta agar aspirasi kami ditanggapi pemerintah," urainya.

Kepala BPN Kabupaten kepulauan Meranti Suwandi menanggapi, dalam hal ini BPN tidak pernah memancang patok BPN di lahan bakau Desa Mekong. "Bila tanah yang belum memiliki sertifikat, itu bukan menjadi wewenang kami dan jika sudah memiliki sertifikat resmi baru menjadi wewenang kami. Tapi bila hanya berupa SKT merupakan wewenang pemerintah setempat, dalam hal ini kepala desa dan camat," ujarnya. 

Selanjutnya, BPN akan menertibkan penjual patok BPN yang terjual bebas di pasaran. "Kami meminta DPRD untuk memanggil kepala desa, camat dan pemilik lahan bakau tersebut," ujarnya. 

Dewan sendiri pada kesempatan itu meminta BPN agar menertibkan penjual yang menjual patok BPN secara bebas di pasar yang tidak memiliki izin dan berjanji akan memanggil secepatnya kepala desa, camat dan pemilik lahan untuk mendengarkan penjelasan atas SKT yang telah ditandatanganinya selama ini. Dewan juga meminta masyarakat Desa Mekong untuk bersabar menunggu hasil pertemua tersebut dan jika sudah memiliki hasil akan segera dikabari kepada masyarakat. (adv/azw)






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.merantikab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN MERANTI 2015