pemerintah daerah kabupaten meranti
Home    

Desa Mekong di Kabupaten Meranti Riau Miliki Potensi Wisata Sangat Besar
Kamis, 16 Mei 2019 - 19:51:05 WIB

Desa Mekong di Kabupaten Meranti Riau Miliki Potensi Wisata Sangat Besar

MERANTI-Terletak di depan Selat Melaka dan telah memiliki fasilitas jalan yang bagus, menjadi nilai tersendiri bagi Desa Mekong. Desa yang masuk wilayah Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau itu dinilai memiliki potensi wisata yang sangat besar.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Darwin Susandy SHum menyebut, desa itu diuntungkan dengan letak yang tak jauh dari Ibukota dan berada tepat di depan Selat Melaka.

Adapun beberapa hal yang mendukung untum mewujudkan itu antara lain, jarak Desa Mekong dengan pusat Ibukota Kepulauan Meranti dekat. Akses jalan menuju ke Mekong juga sudah sangat bagus. Ditunjang pula dengan letak desa tepat di depan Selat Melaka yang merupakan jalur sibuk lintasan banyak kapal serta ferri.

"Potensi wisata di Desa Mekong sangat besar. Ini harus jadi salah satu ikon wisata andalan di Kepulauan Meranti," kata Darwin.

Sebagai tempat baru pengembangan kepariwisataan, Darwin optimis hal itu bisa terlihat hasil dengan waktu tidak begitu lama. Ia pun menyarankan pihak terkait seperti Disparpora, Dinas PU bisa bersinergi melakukan pembangunan di sana.

"Tepi pantai (turap, red) buat tulisan nama dengan huruf yang besar agar saat kapal melintas bisa membaca dan tertarik mau datang," tambah Darwin sambil mencontohkan tulisan Hollywood, Welcome Batam dan Suwarnadwipa.

"Ini merupakan tempat baru yang harus kita kembangkan untuk menarik minat wisatawan. Posisi pantai sangat bagus, terletak di depan Selat Melaka," tambah Darwin.

Apa yang disampaikan Darwin sebenarnya sudah terfikirkan oleh warga dan kepala desa setempat. Namun, kendala anggaran menjadi salah satu alasan mengapa hingga saat ini belum juga ada lokasi wisata di desa yang terletak depan Selat Melaka itu.

Saat ini, turap penahan ombak itu telah banyak yang rusak dan tumbang akibat terjangan ombak. Padahal, dari dulu telah diajukan oleh Pemdes Mekong agar direhab, mengingat untuk membangun turap baru membutuhkan biaya yang tak sedikit.

"Mengatasi masalah abrasi ini menjadi prioritas kita. Setiap Musrenbang, masalah perbaikan turap terus kita ajukan," aku A Rahman S, Kades Mekong.

Jauh sebelum ini, Kepala Disparpora yang saat itu Ishak Izrai juga telah meninjau laut Mekong. Ia berencana membangun jembatan dan beberapa gazebo untuk orang bersantai. Namun, hingga pertengahan 2019, dan Kadisparpora pun beberapa kali diganti, apa yang diwacanakan tersebut belum terealisasi. (*)

 
 
 

Penulis: Obrin 
Editor: Boy Surya Hamta






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.merantikab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN MERANTI © 2015