pemerintah daerah kabupaten pelalawan
Home    

Penemuan Jejak Kaki Harimau di Pelalawan Riau, Kapolres Minta Jangan Ada Perburuan Liar
Senin, 16 Desember 2019 - 12:29:59 WIB

Penemuan Jejak Kaki Harimau di Pelalawan Riau, Kapolres Minta Jangan Ada Perburuan Liar

PELALAWAN-Jejak kaki harimau kembali ditemukan di sekitar water intake PT RAPP, Minggu (15/12/2019). Penemuan itu bukti kalau harimau Sumatera masih berkeliaran di Desa Sering, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kapolres AKBP M Hasym Risahondua SIK mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati saat beraktifitas di dekat hutan atau wilayah penemuan jejak kaki Harimau Sumatera.

Warga diminta menjaga binatang yang dilindungi negara itu. Jika melihat dan menemukan keberadaan harimau, segera melaporkan ke aparat. "Hindari perburuan liar. Jika ditemukan ada oknum atau kelompok yang terlihat melakukan perburuan liar, segera melapor ke kepolisian," ujar Kapolres.

Dia memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti ingin memburu Si Belang untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Pasalnya, hal itu dilarang oleh negara dan melanggar Undang-undang yang berlaku.

Pelakunya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini.

Informasi yang diperoleh menyebut, jejak kaki harimau pertama kali ditemukan sekuriti RAPP yang berjaga di dekat water intake di daerah Desa Sering, Pelalawan. Ada dua jejak kaki yang nyaris berdempetan itu sebesar telapak tangan orang dewasa.

Kepolisian Sub Sektor Pelalawan, Riau melakukan pengecekan terhadap lokasi penemuan jejak kaki diduga Harimau Sumatera di Desa Sering, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (16/12/2019).

Kapolsek Ipda Zumaheri bersama anggotanya didampingi manajemen dan securiti PT RAPP mendatangi areal water intake tempat penemuan jejak kaki Si Datuk. Bekas kaki seperti yang beredar di foto yang sempat viral itu masih terlihat utuh di dekat pipa water intake.

Setelah ditelusuri tim gabungan menelusuri lebih jauh lagi, jejak serupa ditemukan berjarak 1 kilometer. Bekas kaki di tanah hitam ini berada di seberang kanal kecil berupa rawa-rawa yang diperkirakan sudah satu hari.

Dari jejak tersebut terlihat jika Si Belang yang berkeliaran di areal water intake dan hutan desa tidak hanya satu ekor. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.pelalawankab.go.id
PEMKAP PELALAWAN © 2018