pemerintah daerah kabupaten pelalawan
Home    

Ratusan Petani Sawit di Pelalawan Riau Melawan Kala Kebunnya Dieksekusi
Minggu, 19 Januari 2020 - 05:58:13 WIB

Ratusan Petani Sawit di Pelalawan Riau Melawan Kala Kebunnya Dieksekusi

PELALAWAN-Ratusan petani pemilik lahan sawit bersama PT Peputra Supra Jaya (PSJ) bertekat untuk melawan bila lahan mereka dieksekusi Pengadilan Negeri Pelalawan dan tim kejaksaan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau.

Proses eksekusi sendiri memperoleh pengawalan ratusan personel Polres Pelalawan dan Brimob Polda Riau. Lahan petani yang dieksekusi merupakan pola kelompok tani (KKPA) bekerjasama dengan PT PSJ di Desa Gondai, Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Eksekusi merupakan pelaksanaan putusan Mahkamah Agung MA Nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. 

Dimana total 3.323 hektare lahan sawit menjadi target eksekusi. Putusan ditembuskan ke PT Nusa Warna Raya (NWR), perusahaan tanaman industri jenis akasia yang merupakan group April.

Sebanyak 8 hektare dari 3.300 hektare sawit PT PSJ telah diratakan dan diganti dengan tanaman Akasia, Jumat (17/1/2020) hingga selesai beberapa hari kemudian. Eksekusi akan menyenggol lahan petani di Kecamatan Langgam. Dampaknya, ratusan petani akan kehilangan mata pencarian dan anak mereka terancam putus sekolah.

"Saya dan petani-petani lain sudah berjaga di kebun ini sejak beberapa hari lalu. Kami tidak pulang ke rumah, khawatir sawit kami akan diratakan juga," ujar Satria (30), Sabtu (18/1/2020).

Satria mengaku siap mempertaruhkan nyawa demi anak istrinya. Sebab, jika kebun sawitnya seluas 2 hektare yang berdampingan dengan PT PSJ diratakan, tentu dirinya akan kehilangan pendapatan.

"Kami ini hanya petani, makan dan biaya sekolah hanya dari sawit ini. Jika ditumbang satu batang pohon saja, maka akan saya perjuangkan meski berhadapan dengan aparat kepolisian. Kami siap mati," tegas Satria, yang juga anggota Koperasi Gondai Bersatu.

Radisman (51) petani lainnya juga tampak menjaga lahan sawitnya. Dengan menggunakan baju kaos tim sukses Joko widodo-Ma'ruf Amin, Radisman menceritakan kehidupan kelima anaknya yang kini hidup bergantung pada kebun sawit.

"Kalau sawit kami ditumbang, tentu anak tak bisa sekolah. Beli beras pun tidak bisa, makanya akan kami perjuangkan sampai titik darah penghabisan," ucap anggota koperasi Sri Gumalang Sakti.

Minta Bantuan Jokowi
Radisman mengaku sudah meminta tolong kepada anggota DPRD Riau dari partai PDI Perjuangan Zukri Misran agar membantu mereka. Namun apalah daya, sejumlah escavator sudah menebangi pohon sawit PT PSJ dan menuju ke kebun sawit miliknya. Dia mengeluhkan PT NWR yang mau menanami pohon akasia di kebun mereka.

"Pak Zukri bilang ke kami, beliau akan sampaikan ke Pak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan ada bantuan dari Pak presiden agar lahan kami tidak dieksekusi. Karena kehadiran negara untuk kami yang rakyat kecil ini, kok malah sawit kami mau ditumbangkan," ulasnya.

Radisman dan petani lainnya yakin dengan janji Presiden Jokowi berpihak ke masyarakat. Untuk itu, mereka sebagai pendukung Jokowi saat pilpres lalu meminta pertolongan.

"Tolong lah kami Pak Presiden. Ini masalah perut, masalah makan dan sekolah anak-anak kami. Kami tidak minta apa-apa. Kami hanya ingin mempertahankan kebun sawit kami yang sedikit ini," katanya. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com






berita sebelumnya
 
       
 
  fokusriau www.pelalawankab.go.id
PEMKAP PELALAWAN © 2018