Pak Kades Goyang Wanita Ini Sampai Hamil, Korban Lapor Polisi Sebab Diancam

oleh -1 views
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

PEKALONGAN-Seorang oknum kepala desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dilaporkan ke Polres Pekalongan. Pelapornya NA (27), warga Kecamatan Paninggaran. Dia mengaku ‘digoyang’ pak kades sampai hamil. Kini, usia kandungannya 11 pekan.

“Hari ini saya melaporkan atas kasus saya dihamili kades di Kecamatan Paninggaran,” kata NA.

Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, dia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat pak kades tersebut. “Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili di bawah ancaman,” katanya.

“Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telepon atau ngomong secara langsung,” imbuhnya

NA mengungkapkan, pernah mendapat ancaman pembunuhan, mau disantet dan dibikin sengsara seumur hidup. “Saya kenal dengan kades tahun 2015,” ujar perempuan berkerudung itu.

“Sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak bahkan diludahi,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan laporan ke Polres Pekalongan ada keadilan untuk dirinya. “Kata pak polisi yang memeriksa tadi, kasus ini akan segera diproses,” harapnya, kemarin.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Akhwan Nadzirin membenarkan adanya laporan tersebut. “Untuk saat ini korban masih dilakukan pemeriksaan atau interogasi dan diminta keterangan oleh penyidik PPA,” katanya.

Kemudian, setelah itu pihaknya akan melengkapi saksi-saksi dan alat buktinya. “Yang jelas pengaduan ini akan kami tindaklanjuti,” imbuhnya.

Saat ini, Kasat Reskrim Polres Pekalongan tak bersedia menyebutkan nama dan asal kades tersebut.

Salah seorang Kades di Kecamatan Paninggaran, yakni E saat dihubungi menepis atas tuduhan yang dilaporkan. “Saya tidak melakukan kekerasan. Justru, sejak dia ditinggalkan ayahnya kerja di luar kota, saya sering membantu keluarganya,” tambahnya.

Menurutnya, kejadian ini terjadi sebelum ia menjabat menjadi kepala desa. “Sebenarnya, masalah ini sudah selesai dan saya siap bertanggungjawab untuk menikahinya,” tukasnya. (*)


Sumber: TribunJateng