Riau Sumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak di Indonesia Per 18-25 April

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: Istimewa)

JAKARTA-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan perkembangan kasus Covid-19 mingguan. Data dihimpun terakhir pada 25 April 2021 menyebut, pada level nasional terjadi penurunan kasus hingga 1,4 persen dibandingkan 18 April 2021.

Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, Provinsi Riau menyumbang kasus positif terbanyak dalam satu minggu terakhir. Jumlahnya mencapai 930 kasus.

“Provinsi Riau naik 930 kasus. Dari 1.881 menjadi 2.818 kasus. Urutan kedua ada Sumatera Barat yang menyumbang 758 kasus baru, dari 1.068 menjadi 1.826 kasus,” kata Wiku saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021).

Selanjutnya, Kepulauan Bangka Belitung juga mengalami kenaikan kasus mingguan hingga 408 kasus. Lalu Nusa Tenggara Timur naik 353 Kasus, dan Sumatera Selatan naik 237 kasus.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI itu berpesan, kepala daerah kelima provinsi tersebut harus berupaya agar seluruh pasien bisa sembuh. Sehingga tidak menambah angka keterpakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR).

Wiku pun mengimbau seluruh RS daerah untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan jika mengalami kendala dalam menangani lonjakan pasien Covid-19.

Sebagai informasi, per 18 April 2021, rata-rata BOR di 34 provinsi adalah 34,93 persen. Namun, ada 4 Provinsi dengan presentase BOR yang mencapai 50-60 persen, yakni Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, NTT dan Sumatera Selatan. “Bila RS terkendala dalam menghadapi kasus covid, harap menghubungi Kemenkes agar segera dibantu,” pesannya.

Keseriusan dalam menangani pasien positif di RS menurutnya sangat penting, karena jika pasien sembuh tentu presentase BOR dan angka kematian akan menurun. Wiku menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi kepala daerah yang tidak bisa menekan kasus kematian.

Menurutnya, setiap kepala daerah seharusnya sudah bisa memahami bagaimana penanganan kasus Covid-19 dari pengalaman tahun lalu.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh provinsi, tidak ada toleransi pada kasus kematian. Kita belajar menghadapi pandemi sudah satu tahun, seharusnya angka kematian betul-betul bisa dicegah. Mengingat angka BOR terus meningkat. Untuk itu, tingkatkan tracing dan testing. RS setiap daerah juga harus terus berkoordinasi dengan pusat agar tercapai sinkronisasi data yang baik,” pesannya.

Wiku juga melaporkan kasus kesembuhan mingguan. Per 25 April 2021, presentase kesembuhan nasional naik 0,9 persen dibanding minggu sebelumnya. Dia berharap, presentase kesembuhan kelima provinsi ini bisa terus bertambah di pekan berikutnya.

Satgas mencatat, Provinsi Jawa Barat yang berhasil menyumbangkan kasus sembuh terbanyak. Jumlahnya mencapai 2.386 kasus. Sehingga kasus sembuh mingguan di Jabar bertambah dari 5.181 menjadi 7.567 kasus. “Kasus sembuh terbanyak kedua disusul Bangka Belitung naik 622 kasus, Riau naik 351 kasus, Kepulauan Riau naik 239 kasus dan Kalimantan Utara naik 208,” tukasnya. (*)


Sumber: Merdeka.com