Warga Malaysia Dukung Palestina, Coca Cola Jadi Sasaran Amukan di Toko-toko

Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia (PPIM) melawan Israel dengan melancarkan boikot produk yang mereka katakan terkait dengan Israel. (Foto: Facebook/PPIM)

Lantas bagaimana tanggapan Coca Cola?
Coca-Cola Malaysia dilaporkan telah memohon kepada publik untuk tidak menyebarkan informasi yang salah tentang perusahaan tersebut. Mereka mengatakan, minumannya dikemas secara lokal dan mempekerjakan pekerja lokal untuk menjalankan operasinya.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan Coca Cola Malaysia mengatakan tidak memihak dalam konflik agama atau negara mana pun yang terlibat di dalamnya. Pernyataan itu keluar setelah seruan untuk memboikot produk Coca Cola menggema dengan tuduhan mendukung Israel dalam serangan baru-baru ini di Jalur Gaza.

“Kami telah mendengar beberapa individu menyerukan boikot Coca-Cola karena informasi palsu dan rumor yang beredar di media sosial dan kurangnya pemahaman tentang kehadiran dan komitmen kami di Timur Tengah,” kata pernyataan itu.

“Seperti semua orang yang memiliki niat baik, kami ingin melihat perdamaian di Timur Tengah dan di mana pun. Kami ingin menekankan bahwa meskipun Coca-Cola adalah merek global, semua produksi kemasan kami bersifat lokal,” sambungnya.

Perusahaan itu menegaskan, Coca-Cola dibuat di Malaysia, untuk orang Malaysia dan oleh orang Malaysia. Sehingga orang pertama yang dirugikan oleh seruan boikot adalah karyawan lokal.

Kemudian diikuti ribuan pengecer, distributor dan pemasok di seluruh rantai pasokan di Malaysia sebagai mata pencarian mereka. Merek global tersebut mengatakan mereka telah beroperasi di lebih dari 200 negara termasuk 14 di pasar Timur Tengah dan Afrika Utara.

Mereka juga mengatakan, Coca Cola memiliki perjanjian jangka panjang dengan perusahaan pembotolan lokal Nigeria, Nigerian Bottling Company yang mulai berproduksi untuk pasar Palestina tahun 1998 dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di negara itu.

Coca Cola termasuk di antara merek yang terdaftar oleh PPIM sebagai merek yang terkait dengan Israel yang diboikot.

Sementara produk lainnya termasuk kedai kopi Starbucks, merek olahraga Puma dan perusahaan teknologi Hewlett-Packard. “Ini adalah simbol kekecewaan kami terhadap perusahaan yang membantu Israel. Jika ini tidak menarik perhatian mereka, kami akan menargetkan perusahaan lain, “kata Nadzim, dikutip dari Coconuts.co

“Kami berharap teman dan anggota keluarga kami akan bergabung dengan kami dalam boikot ini,” ajaknya. (*)


Sumber: Serambinews.com

Tentang Penulis: Boy Surya Hamta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *