Kasus Covid-19 di Riau Kembali Melonjak, Sehari Tambah 311

oleh -0 views
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Kasus harian Covid-19 di Riau kembali melonjak. Sebelumnya ada penambahan 163 kasus, Selasa (15/6/2011) terjadi penambahan 311 kasus. Secara nasional, Riau menduduki posisi keenam penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia.

Dengan jumlah itu, Riau menempati urutan teratas penambahan kasus harian Covid-19 di luar Jawa. Posisi Riau berada di bawah DI Yogyakarta yang mengalami penambahan kasus baru 438 orang. Sedangkan posisi pertama Jawa Barat dengan penambahan kasus baru 1.793 orang.

Dengan penambahan 311 kasus baru tersebut, total kasus Covid-19 secara kumulatif di Riau saat ini mencapai 66.194 kasus. Sedangk pasien sembuh ada penambahan 520 kasus. Sehingga total pasien Covid-19 yang sembuh di Riau berjumlah 60.773 kasus.

“Untuk pasien meninggal dunia di Riau saat ini ada 1.772 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (15/6/2021).

Dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Riau, Mimi mengimbau seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun serta mengurangi mobilisasi.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan berarti kita telah melakukan upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Riau,” kata Mimi.

Sebelumnya, Mimi sudah mengimbau masyarakat dan pejabat di Riau agar tidak melakukan perjalanan ke zona merah Covid-19 jika tidak ada urusan yang penting. “Kalau tidak ada urusan yang mendesak ya dipertimbangkan dulu, karena di Jawa kan sekarang memang sedang terjadi lonjakan,” kata Mimi.

Imbauan ini disampaikan Mimi menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta. Mimi mengingatkan, jika masyarakat atau pejabat tetap harus berpergian ke daerah zona merah Covid-19, protokol kesehatan harus lebih ketat dijalankan.

“Protokol kesehatan itu yang penting, kalau melakukan perjalanan, apalagi di wilayah yang zona merah maka protokol kesehatannya harus benar-benar dijaga,” ujarnya. (*)

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: TribunPekanbaru