KPID-BPS Kolaborasi Kawal Kepentingan Masyarakat Riau Jelang Migrasi TV Digital

KPID dan BPS bertemu membahas persiapan migrasi TV digital ke analog. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Kolaborasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau segera terwujud. Ini menyasar terhadap kepentingan masyarakat jelang peralihan atau migrasi televisi analog ke digital atau biasa disebut Analog Switch Off (ASO).

Wakil Ketua KPID Riau Hisam Setiawan, SP saat bertemu Kepala dan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Jumat (2/07/21) di Kantor BPS Riau mengatakan, peralihan siaran analog ke siaran digital atau Analog Switch Off (ASO) berakhir 2 November 2022.

Semangatnya tidak semata-mata hanya peralihan teknologi, namun memperluas dan menjaga kepentingan masyarakat di bidang penyiaran. Hal terpenting, tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Maka itu, dibutuhkan kajian dan analisis atas minat, kenyamanan dan kepentingan (MKK) masyarakat lokal.

Tujuannya mewujudkan keberagaman siaran atau diversity of content dan keberagaman kepemilikan atau diversity of ownership sebagainana amanah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Ke depan, sebelum permohonan baru televisi digital dibuka, KPID Riau berencana menyiapkan kajian dan analisis terhadap Minat, Kenyamanan dan Kepentingan Publik (MKKP) di Riau. Kita berharap, masyarakat dapat menikmati manfaatnya, terutama menyangkut konten siaran yang diminati, nyaman dan siaran yang dibutuhkan masyarakat,” kata jebolan Fakultas Pertanian UNRI ini.

Maka itu, kata Hisam, diperlukan survey untuk mendapatkan data, sehingga siaran televisi digital nantinya dapat menumbuhkan serta peningkatan minat dan bahkan ekonomi masyarakat lokal.