Menelisik Target Perserosi Pekanbaru, Masuk PON 2024

Ketua Perserosi Pekanbaru Sulatri menyampaikan perkembangan sepatu roda saat ini. (Foto: Istimewa)

Berapa jumlah atlit sampai saat ini untuk Pekanbaru?

Dari delapan klub yang ada tersebut, ada sekitar 200-atlit tergabung dalam Perserosi Pekanbaru.

Lantas apa upaya lain yang dilakukan Perserosi dalam menggenjot prestasi atlit?

Ini sebenarnya tugas klub. Perserosi hanya membina klub yang ada. Namun, jika ada undangan atau iven-iven non kejuaraan, kita akan bawa klub-klub yang ada. Seperti tahun ini, Kota Pariaman (Sumbar) mengundang untuk mengikuti iven yang mereka buat.

Kita sudah merekomendasikan enam klub untuk ikut di kegiatan tersebut. Dengan seringnya atlit-atlit kita melakukan latih tanding, ini sangat bermanfaat untuk menambah pengalaman me
reka.

Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua mendatang, apakah ada atlet kita yang diturunkan?

Ya, saat ini belum ada atlit sepatu roda binaan kita yang ikut PON. Kami menargetkan pada pelaksanaan PON berikutnya, atlit-atlit kita dari Pekanbaru akan tampil. Target kita tahun 2024, atlit sepatu roda Pekanbaru akan mewakili Riau di PON.

Bagaimana Anda melihat dukungan sarana dan prasarana di Pekanbaru untuk menggenjot prestasi atlit?

Kita akui soal sarana tempat latihan di Pekanbaru belum memadai. Saat ini masing-masing menggelar latihan di beberapa tempat milik pemerintah. Ada yang latihan di pelataran parkir Gedung Pustaka, laman kantor walikota di Tenayan dan tempat-tempat lainnya.

Apa harapan anda terhadap sepeda roda di Pekanbaru?

Kita harapkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memfasilitasi sepatu roda. Dan ini sudah kita ajukan melalui ketua KONI Pekanbaru. Alhamdulillah, permintaan kita untuk memiliki venue sendiri sudah diakomodir.

Mudah-mudahan ini segera terealisasi dan kita bisa lebih semangat lagi untuk membina klub dan atlit sepatu roda. (*)

Penulis: M Yasier
Editor: Boy Surya Hamta

banner 325x300