Bertahan di Tengah Pendemi Covid 19, Riyono: Sedang-sedang Saja

Owner Alam Mayang (kiri) Riyono berbincang dengan kru FokusRiau.Com. (Foto: Boy Surya Hamta/FokusRiau.Com)

“Hidup sedang-sedang saja, apa adanya dan selalu merendah. Itu pesan yang disampaikan almarhum nenek kepada saya”

Riyono

PEKANBARU-Bagi masyarakat Pekanbaru, Riau, taman wisata Alam Mayang tentu sudah sangat familiar. Objek wisata alam yang berada di jantung kota bertuah ini, telah menjadi salah satu tempat rekreasi favorit keluarga selama lebih dari tiga dekade.

Semua tentu tak terlepas dari kemampuan manajerial sang owner. Kini, pendemi covid-19 telah memberikan dampak terhadap sektor wisata. Sejumlah pelaku bisnis di sektor wisata harus memutar otak untuk bisa bertahan di masa sulit sekarang.

Lantas bagaimana upaya dan trik yang dilakukan para pelaku bisnis wisata saat ini untuk bertahan? Berikut bincang-bincang FokusRiau.com dengan owner taman rekreasi Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko, Rabu (14/7/2021).

Sekarang pendemi Covid 19 telah mempengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata. Apa yang anda lakukan dalam menyikapi situasi ini?

Dalam hidup ini kita harus siap menjalani apapun kondisinya. Makanya, saya menerapkan wejangan yang diajarkan almarhum nenek saya. Nilai-nilai ini yang disampaikan almarhum nenek saat saya masih duduk di bangku SMP.

Beliau berpesan, jadilah apa adanya. Selalu rendah hari dan merendah agar kita punya banyak kawan. Bukan berarti kita mudah menyerah, tapi maknanya lebih kepada pribadi.

Filosopi ini yang saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk berbagai aktivitas dan kegiatan. Banyak aktivitas dan perilaku kita yang harus berangkat dari pengertian itu.

Apakah filosopi ini juga diterapkan dalam membangun usaha anda sekarang?

Benar. Dalam promosi misalnya. Dalam pemilihan bahasa kita tidak terlalu melebih-lebihkan. Ya, biasa saja bahasanya, apa adanya. Begitu juga ketika kita banyak mendapat masalah dalam operasional.

Penanganannya santao-santai aja, tidak terlalu berlebihan. Sehingga tidak banyak menimbulkan rasa sakit hati.
Biasanya kalau ada karyawan atau konsumen yang komplain, harapan orang pasti terpenuhi keinginannya.

Kata orang, setali tiga uang. Naik setali turun setali. Artinya, kita harus tau apa yang kita inginkan dan tau batasannya. Alhamdulillah, semua masalah bisa kita selesaikan dengan baik tanpa meninggalkan kekecewaan bagi orang lain.

Tentang Penulis: Boy Surya Hamta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *