Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis, RW 06 Taratak Paneh Libatkan Warga Bangun Bank Sampah

Ketua RW 06 sekaligus inisiator Bank Sampah Eko Muhardi (kanan) bersama warga saat pemilahan sampah. (Foto: Istimewa)

PADANG-Baru launching tiga pekan, teoatnya 1 Juli 2021, Bank Sampah Panca Daya (BS PD) 11 RW 06 Taratak Paneh, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai menunjukan eksistensinya.

Inisiator Bank Sampah sekaligus Ketua RW 06 Taratak Paneh, Eko Muhardi mengatakan, pembangunan Bank Sampah berawal dari kegelisahan terhadap tumpukan sampah di sejumlah lokasi dan drainase warga.

Tumpukan sampah tersebut kerap menjadi penyebab banjir dan menimbulkan bau tak sedap.

“Kalau turun hujan. Sampah hanyut terbawa air, kadang tersangkut dan menyebabkan banjir serta menimbulkan bau tak sedap,” kata Eko kepada wartawan di sela pemilahan sampah bersama warga, Minggu siang.

Untuk mengatasinya, mantan Sekretaris Gerindra Kota Padang ini mengajak sejumlah pemuda dan tokoh masyarakat setempat mencari solusi. Alhasil, Bank Sampah menjadi solusi sebagai salah satu upaya strategis menyelesaikan persoalan sampah tersebut.

Petugas Bank Sampah melayani nasabah usai pemilahan sampah. (Foto: Istimewa)

Ibarat gayung bersambut. Keinginan ini pun mendapatkan dukungan dari aparatur pemerintah kelurahan Korong Gadang dan Camat Kuranji serta Ketua Bank Sampah Kota Padang, Dewi Mina.

Tak butuh waktu lama, SK jajaran Direksi Bank Sampah Panca Daya 11 RW 06 Taratak Paneh disahkan, 1 Juli 2021.

Mengawali kegiatan, sosialisasi ke warga dilakukan dan mendapatkan respon positif. Sekarang baru terdata sekitar 27 nasabah sebagai anggota BS PD 11.

“Inshaa allah, calon nasabah baru sudah ngantri,” ujar Eko sembari menambahkan, BS PD 11 juga mendapatkan support dari mitra kerja, Pegadaian.

Mantan pengurus KNPI Sumbar ini menambahkan, bulan Agustus mendatang, BS PD akan membuat kelompok penerima pelatihan berbahan sampah terpilah seperti kerajinan anyaman.

“Kemudian, nasabahnya juga akan diajak membuat maggot sebagai pakan bernilai ekonomis,” tukasnya. (*)

Penulis: Boy Surya Hamta
Editor: Boy Surya Hamta