Seluruh Kabupaten Kota di Sumbar Masuk PPKM Level 3

Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock/Petovarga)

PADANG-Sumatera Barat mencatatkan rekor kasus positif Covid-19 harian dengan jumlah 1.664 orang. Karena itu, Sumbar kemudian menjadi daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Hal itu terungkap berdasarkan data laporan Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan Laboratorium Veterenir Baso Agam.

“Kalau jumlah 1.600-an sudah sering, tapi bukan itu yang kita lihat. Bukan rekor angkanya kita lihat, tapi berapa jumlah positivity rate-nya,” kata Juru Bicara Covid-19 Sumbar Jasman Rizal di Padang, Senin kemarin.

Berdasarkan laporan per 1 Agustus, kata Jasman, pihaknya sudah melakukan 7.380 pemeriksaan. Alhasil, positivity rate (PR) mencapai 33,43 persen. Menurutnya, positivity rate itu masih belum terlalu tinggi, karena sebelumnya pernah mencapai angka 43 persen.

“Kalau sekarang itu kan berdasarkan tracking dan tracing yang masif, di satu sisi kita bersyukur sehingga penanganan Covid-19 kita bisa cepat,” ujarnya.

Sebelumnya, Jasman menyebut, angka kematian akibat positif Covid-19 di Sumbar kembali memecahkan rekor dalam satu bulan terakhir, Kamis (29/7/2021) ada 252 orang meninggal. Pada hari sama, 1.036 orang dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, Arry Yuswandi, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar mengatakan, peningkatan kasus terjadi karena capaian vaksinasi masih rendah. “Selain karena persediaan vaksin yang rendah, beberapa daerah di Sumbar juga masih memiliki minat rendah terhadap vaksin,” ujarnya.

Dia menyebut, Kabupaten Agam, Pasaman Barat dan Pesisir Selatan merupakan daerah dengan capaian terendah vaksinasi. “Hal itu bisa saja terjadi karena stok vaksin rendah, daerah yang luas dan sebagainya,” kata Arry.