Masih Jauh dari Target, Menkes Ajak Warga Sumbar Ikuti Vaksinasi Covid-19

oleh -15 views
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Foto: Shutterstock/PalSand)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COMMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Ajakan itu disampaikan mengingat masih kurang dari separuh target masyarakat yang sudah divaksin. Budi mengatakan, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menggenjot target vaksinasi dimulai dengan meyakinkan diri sendiri.

Langkah selanjutnya, meyakinkan orang terdekat seperti anggota keluarga, teman, tetangga dan masyarakat luas mengenai manfaat vaksinasi serta dampak dari pemberian vaksin Covid-19.

Melalui metode ini, Budi optimis, masyarakat bersedia divaksinasi setelah melihat orang-orang terdekatnya divaksin, seperti mengutip rilis Kementerian Kesehatan.

“Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya. Tingkat keparahan akan turun,” kata Budi disela kunjungannya ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (12/10/2021).

Bukan untuk Sendiri, tapi Orang Lain
Kementerian Kesehatan per 10 Oktober 2021 mencatat, dari total 4.408.509 sasaran vaksinasi di Sumbar, baru 1.114.877 orang atau 25.29 persen yang disuntik vaksin dosis pertama dan 568.327 orang atau 12,89 persen yang sudah mendapatkan dosis lengkap.

“Di Sumbar target yang divaksinasi ada 4,4 juta yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta, dosis kedua sekitar 560 ribu. Jadi, saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi, ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain,” kata Budi.

Serapan vaksinasi yang rendah salah satunya karena masih adanya keraguan, kekhawatiran bahkan ketakutan ditengah masyarakat mengenai vaksin Covid-19.

Penting untuk diketahui bahwa pemberian vaksin Covid-19 memiliki banyak manfaat diantaranya meningkatkan kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 serta mencegah mutasi baru dari Covid-19.

Selain itu, vaksin Covid-19 yang disuntikkan kepada masyarakat sudah melalui serangkaian pengujian ketat, sehingga dipastikan aman, bermutu dan berkhasiat. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com

6 / 100