Minta KPK Periksa Luhut dan Erick Thohir Soal Dugaan Bisnis PCR, Besok Mahasiswa Demo

oleh -139 views
Ilustrasi. Besok mahasiswa gelar aksi demonstrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Sejumlah elemen mahasiswa mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akan demonstrasi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki dugaan keterlibatan menteri dalam bisnis tes PCR untuk deteksi risiko Covid-19.

Aksi demo direncanakan berlangsung, Selasa besok di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta Seltan.

Setidaknya ada dua pembantu Presiden Jokowi, yakni Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir diadukan ke KPK sal dugaan terlibat dalam bisnis PCR.

“Mulai Selasa, titik aksinya gedung KPK,” kata Wakil Ketua Umum LMND, Samsudin Saman, Minggu (7/11/2021).

Tak hanya Jakarta, Samsuddin memastikan LMND menggelar aksi serentak di 24 provinsi dengan tuntutan sama. Aduan Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) ke KPK yang melaporkan Luhut dan Erick soal dugaan bisnis PCR perlu didukung gerakan mahasiswa.

Diketahui, Kamis (4/11/2021) lalu, Wakil Ketua Umum Prima, Alif Kamal telah menyampaikan pengaduan masyarakat atas Luhut dan Erick ke KPK perihal dugaan bisnis tes PCR.

Samsuddin menilai, pejabat negara yang menggunakan kekuasaan untuk kepentingan bisnisnya merupakan salah satu bentuk dari sistem olgarki. “Gerakan mahasiswa sudah lama tertidur, kini saatnya terbangun,” ujar dia.

Di sisi lain, Samsudin menilai, dugaan keterlibatan pejabat negara dalam bisnis tes PCR di tengah pandemi sangat melukai hati rakyat. Pasalnya, saat rakyat sedang kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19. Namun di satu sisi para pejabat justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk menumpuk kekayaan.

“LMND sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang progresif, sudah sewajarnya ikut merasakan penderitaan rakyat, yang sedang dialami akibat kebijakan pemerintah yang menindas rakyat dimasa sulit,” tuturnya.

Sebelumnya, mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto menyatakan, terdapat sejumlah menteri di kabinet Joko Widodo terlibat bisnis tes PCR. Para menteri terafiliasi dengan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), penyedia jasa tes Covid-19.

Pihak Luhut dan Erick sendiri sudah membantah kabar itu.

“Saya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis di Instagram Story akun @luhut.pandjaitan, Kamis (4/11).

ErickThohir pun telah membantah lewat stafsusnya, AryaSinulingga. Pekan lalu, Arya mengatakan, isu yang menyebut Erick ikut berbisnis tes PCR terbilang tendensius. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia

9 / 100