Jalan Ambruk Akibat Abrasi Sungai Indragiri, Dinas PUPR Inhu Relokasi Ruas Jalan Air Molek II ke Japura

Bupati Rezita memperoleh penjelasan soal kondisi jalan yang ambruk. (Foto: Obrin/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HULU, FOKUSRIAU.COM-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu, Riau berencana untuk merelokasi ruas jalan baru yang menghubungkan Air Molek II di Kecamatan Pasir Penyu ke Japura, Kecamatan Lirik.

“Dinas PUPR sudah memprogramkan pembangunan ruas jalan baru, karena anggaran dan desainnya sudah diusulkan dalam APBD Inhu tahun anggaran 2022,” ujar Plt Kepala Dinas PUPR Inhu, Bobby Mauliantino melalui Kepala Bidang Bina Marga, Suheri ST kepada FokusRiau.Com, Rabu (12/11/2021).

Pembangunan ruas jalan baru itu dilakukan karena kondisi badan yang sudah tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan. “Saat ini, badan jalan longsor masuk Sungai Indragiri tepatnya di Desa Petalongan. Kita sudah meninjau bersama bupati dan Camat Pasir Penyu,” tuturnya.

Dikatakan, badan jalan ambruk masuk sungai dan kondisi tersebut sangat membahayakan masyarakat yang melewatinya. Untuk mencegah korban jiwa, lokasi tersebut telah dipasang police line.

Bahkan rencana relokasi atau pengalihan arus lalu lintas jalan telah ditinjau bersama Camat Pasir Penyu. Lokasi pengalihan jalan baru sekitar 1,5 kilometer dengan luas jalan 12 meter di atas lahan masyarakat dua desa.

Untuk membangun jalan baru tersebut harus ada surat hibah dari masyarakat. “Jadi, Dinas PUPR Inhu sudah memiliki desain pembangunan jalan, tinggal menunggu hibah masyarakat,” katanya.

Camat Pasir Penyu Bambang Indramawan mengatakan, badan jalan di Desa Petalongan sekitar 300 meter dan menghubungkan Air Molek II ke Japura. Kondisinya kini ambruk akibat abrasi sungai.

Untuk pengalihan jalan sudah beberapa kali dirapatkan dengan masyarakat Lembah Dusun Gading dan Desa Petalongan. Sebab pengalihan jalan melewati lahan kebun masyarakat.
“Intinya masyarakat sangat mendukung adanya jalan baru meski tanpa ganti rugi, karena untuk kepentingan masyarakat setempat dan umum,” ujarnya.

Saat ini, sudah dalam proses pembuatan hibahnya dan tanda tangan masyarakat, terutama 12 KK yang kebunnya terkena. “Dalam waktu dekat, surat hibanya akan disampaikan ke instansi terkait,” tukasnya. (*)

Penulis: Obrin
Editor: Boy Surya Hamta

9 / 100
banner 325x300