Mahfud MD Bakal Usut Kasus Dugaan Perdagangan Orang di Batam

Menko Polhukam Mahfud MD bakal terbang ke Batam untuk mendalami kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kamis pekan ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

YOGYAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Menko Polhukam Mahfud MD, Kamis lusa akan terbang ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri) untuk mendalami kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Saya besok Kamis mau ke Batam, mau menindak ini (kasus dugaan perdagangan orang),” kata Mahfud dalam ceramahnya di Masjid UGM, Sleman, DIY, Minggu (2/4/2023) malam.

Mahfud menyebut, ada pihak yang memberikan paspor gratis kepada masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri. Menurutnya, sebagian besar mereka bekerja di kapal, namun tak digaji.

“Karena ada pusat-pusat di mana orang itu diberi paspor gratisan lalu dikirim ke luar negeri. Kerja di kapal-kapal, kerja di luar negeri, nggak digaji. Kalau meninggal dibuang di laut, nggak digaji, disiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud MD mengungkap dugaan kesengajaan penenggelaman kapal pekerja migran Indonesia berdasarkan laporan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Ya bisa jadi, bisa jadi, banyak terjadi seperti itu,” kata Mahfud ditemui di Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga, Sleman, DIY, Sabtu (1/4/2023) dilansir FokusRiau.com dari CNNIndonesia.com.

Karena itu, Mahfud berencana meninjau sejumlah titik perairan yang diduga menjadi lokasi penenggelaman kapal pekerja migran.

“Saya akan ke tempat-tempat tertentu yang diduga banyak melakukan pelanggaran itu tindak pidana penjualan orang,” ujarnya.

Mahfud belum banyak merinci perihal kasus ini. Namun, ia menyebut banyak terungkap berbagai modus kasus dugaan perdagangan orang.

“Tindak pidana yang juga jahat, di mana orang dikirim ke luar negeri lalu dijadikan budak-budak lalu ditenggelamkan. Kalau sakit dilempar ke laut itu kasus seperti itu banyak di dunia ini,” katanya.

“Dan Indonesia mulai terjerat atau terjebak ke hal-hal seperti itu di mana kejahatan perdagangan orang itu sudah mulai. Sebab itu ya kita tindak, ada undang-undangnya,” ujar Mahfud menambahkan. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *