News  

Dulu Megawati Dirikan KPK, Kini Usulkan Pembubaran

Gedung KPK. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri kembali disorot lantaran pernah mengusulkan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Presiden Jokowi.

Menurutnya, kehadiran KPK tidak efektif karena korupsi masih merajalela di Indonesia.

“Saya sampai kadang-kadang bilang sama Pak Jokowi, sudah deh bubarkan saja KPK itu Pak, menurut saya enggak efektif,” kata Megawati dikutip FokusRiau.Com dari Kompas.com (21/8/2023).

Menga mengaku gemas melihat penegakan hukum di Indonesia yang tidak berjalan baik.

“Lihat noh rakyat yang masih miskin, ngapain kamu korupsi akhirnya masuk penjara juga, bohong kalau enggak kelihatan,” ujarnya.

“Persoalannya, penegak hukumnya mau tidak menjalankan hukum di Indonesia ini yang sudah susah payah saya buat,” lanjutnya.

Dulu mendirikan KPK
Pernah mengusulkan dibubarkan, Megawati dulu merupakan presiden yang mendirikan lembaga antirasuah tersebut pada 2002.

Dikutip dari Kompaspedia, pembentukan KPK bermula dari adanya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

UU tersebut menempatkan korupsi sebagai tindak pidana pelanggaran hak asasi manusia.

Setahun kemudian, DPR mengusulkan untuk melikuidasi Komisi Pengawasan Kekayaan Pejabat Negara (KPKPN) menjadi bagian dari Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Komisi Antikorupsi).

Sebagai informasi, KPKPN merupakan lembaga yang bertugas untuk mengawasi pejabat dari praktik KKN dan korupsi yang dibentuk pada era Presiden BJ Habibie pada 1999.

Usulan itu pun disetujui oleh pemerintah untuk menghindari penumpukan kewenangan terkait pemberantasan korupsi pada beberapa lembaga.

Pada 27 Desember 2002, Presiden Megawati mengesahkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ini merupakan langkah awal lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 21 September 2003, Megawati juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 2003 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ketika pendaftaran dibuka, sebanyak 513 orang dari berbagai kalangan mencalonkan diri.

Setelah melalui proses seleksi, Taufiequrrachman Ruki terpilih menjadi Ketua KPK pertama pada 16 Desember 2003.

Pimpinan KPK pertama lainnya adalah Amien Sunaryadi, Sjahruddin Rasul, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Megawati melantik lima pimpinan KPK untuk periode 2003-2007 itu pada 29 Desember 2003. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *