News  

Antrian Kendaraan Mengular di Jalintim Pelalawan

Antrian kendaraan di Jalan Lintas Timur Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan semakin panjang akibat banjir, Sabtu (6/1/2024). (Foto: Istimewa)

PELALAWAN, FOKUSRIAU.COM-Antrian kendaraan mengular sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau. Antrian terjadi akibat dampak banjir yang berlangsung sampai Sabtu (6/1/2024).

Ketinggian banjir terus meningkat setiap hari akibat luapan Sungai Kampar yang sudah terjadi selama satu pekan lebih.

Otomatis kendaraan dari arah Pangkalan Kerinci ke Sorek maupun sebaliknya mengantri panjang. Kemacetan yang terjadi diperkirakan paling sedikitnya mencapai 5 kilometer dari masing-masing arah.

Banjir terjadi di Kilometer 76 sampai 83 Jalintim dengan ketinggian air dari 20 centimeter sampai 1 meter.

Untuk mengurai kemacetan dan menangani dampak banjir yang menerjang Jalintim, Polres Pelalawan bersama pemerintah daerah menggelar pertemuan, Jumat (5/1/2024) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Tadi malam ada rapat dan breafing penangan banjir dan pengaturan arus lalu lintas di Jalintim. Ada beberapa langkah yang akan diambil kedepan,” kata Kapolres AKBP Suwinto SIK, Sabtu (6/1/2024).

Rapat juga diikuti personil BKO Polda Riau yang akan menambah kekuatan petugas dalam menangani dampak banjir di Jalintim Desa Kemang Pelalawan.

Sejak Rabu (3/1/2024) lalu, sepeda motor dan kendaraan rendah sudah dilarang lewat karena dikuatirkan terjebak banjir dan mogok di Kilometer 83 yang merupakan bagian banjir yang paling dalam.

Penanganan dan pengaturan arus lalu lintas sangat mendesak mengingat kendaraan yang terjebak macet akibat banjir terus bertambah.

Kondisi itu diperparah dengan ketinggian air yang semakin meningkat hingga 1 meter di titik terdalam. Peningkatan volume kendaraan sangat drastis baik dari arah Pangkalan Kerinci ke Pangkalan Kuras maupun sebaliknya.

Bahkan antrian kendaraan telah berubah menjadi beberapa lapis dari masing-masing arah.

“Di beberapa titik banjir seperti di Simpang Samak, Simpang Lingkar, dan sebelum SPBU arus genangan air cukup deras dengan ketinggian sudah mencapai 1 meter,” tambah Kapolres.

Adapun langkah yang akan diambil petugas gabungan yakni kendaraan yang ada di simpang Jalan Lingkar dan Simpang Samak akan dilakukan penguraian yang diarahkan ke Pangkalan Kerinci.

Dibutuhkan 5 personil untuk memutarbalikkan kendaraan menuju Pangkalan Kerinci.

Kemudian di Simpang Jalan Lingkar ditugaskan 10 personil untuk memutarbalikkan kendaraan menuju Pangkalan Kerinci. Selanjutnya sebelum pintu Jembatan Kembar Sungai Kampar ditempatkan 5 petugas untuk menahan agar tidak ada kendaraan yang masuk.

“Untuk kendaraan yang sudah terjebak macet di Kilometer 80 sampai 83 akan tetap dijalankan arus lalu lintas dari Pangkalan Kerinci menuju Pangkalan Kuras maupun sebaliknya,” kata Suwinto.

Sebanyak 10 personil akan ditugaskan di titik itu untuk mengarahkan kendaraan yang sudah terjebak macet akibat arus air yang cukup deras. Sekaligus mengantisipasi agar pengendara tidak masuk ke bagian tengah jalan banjir.

Di sepanjang Kilometer 83 ada bagian jalan yang berlobang cukup parah, sehingga akan dilambungkan dan ditutup. Sebanyak 15 personil bertugas mengarahkan kendaraan yang sudah terjebak macet.

Bupati Zukri menyebut, Pemda telah menyediakan angkutan sungai gratis bagi masyarakat atau para pengendara roda dua.

Hal ini untuk mengatasi kemacetan di Jalintim akibat banjir yang terjadi sejak pekan lalu. Ada lima unit perahu bermotor yang disiapkan Pemda secara gratis untuk melayani pengangkutan dan penyebrangan bagi masyarakat pengendara motor.

Perahu bermotor atau disebut pucay akan mengangkut dari Desa Kualo Kecamatan Pangkalan kerinci sampai ke Desa Kemang di Batang Nilo, Pangkalan Kuras. Adapun jarak tempuh pucay gratis ini antara 1 sampai 1,5 jam menyebrangi sungai dari titik yang ditentukan sampai ke titik lainnya.

“Sesuai dengan permintaan warga yang menggunakan sepeda motor agar bisa diseberangkan secara gratis. Pemda menyiapkan 5 buah pucay setiap hari beroperasi,” tambah Zukri dikutip FokusRiau.com dari laman TribunPekanbaru.com.

Selain itu, Pemda menyiapkan satu unit mobil trado atau truk besar yang biasa mengangkut alat berat. Kendaraan disiapkan di daerah banjir di Jalintim Desa Kemang untuk melayani penyeberangan mobil ambulance yang membawa pasien yang hendak dirujuk ke rumah sakit. Sehingga pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun kondisi banjir parah melanda Pelalawan. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *