Benarkah Makan Nanas Bisa Turunkan Kadar Gula Darah? Simak Faktanya

Ilustrasi buah nanas. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ASMR)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Secara umum mengkonsumsi buah sangat baik untuk kesehatan, termasuk saat mengidap diabetes atau kadar gula darah tinggi. Buah-buahan merupakan sumber nutrisi, termasuk serat makanan, vitamin dan mineral.

Kebanyakan buah-buahan memiliki skor indeks glikemik yang rendah. Artinya, buah-buahan memiliki efek kecil terhadap kadar gula darah dibandingkan makanan lain.

Ini dikarenakan buah mengandung fruktosa dan serat, yang membantu tubuh mencerna karbohidrat lebih lambat. Sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil seiring berjalannya waktu.

Namun, nanas memiliki skor indeks glikemik sedang, yang berarti efeknya lebih besar terhadap glukosa darah dibandingkan buah lain.

Kategori indeks glikemik umum adalah sebagai berikut:
Makanan indeks glikemik rendah memiliki skor di bawah 55.
Makanan indeks glikemik sedang memiliki skor antara 56 dan 69.
Makanan indeks glikemik tinggi memiliki skor 70 atau lebih.

Sementara nanas mentah memiliki skor 66, menjadikannya makanan dengan kategori indeks glikemik sedang.

Makanlah nanas secukupnya dan padukan dengan protein atau lemak sehat, seperti dari kacang-kacangan, biji-bijian, selai kacang, atau alpukat untuk membatasi efek buah terhadap kadar gula darah.

Buah-buahan dengan indeks glikemik sedang lainnya termasuk melon dan beberapa buah kering, seperti kurma, kismis, dan cranberry manis.

Seperti makanan lainnya, indeks glikemik nanas bisa berbeda-beda, tergantung apa yang dimakan seseorang. Ketika seseorang memadukan karbohidrat berserat dengan protein dan lemak sehat.

Hal ini akan mencegah makan berlebihan, membantu mereka merasa kenyang lebih lama dan mengurangi lonjakan gula darah.

Faktor lain yang mempengaruhi indeks glikemik nanas meliputi kematangan. Buah yang lebih matang memiliki skor indeks glikemik lebih tinggi.

Nanas merupakan sumber vitamin C dan mangan yang baik. Ini juga mengandung serat, vitamin A, dan vitamin B, serta senyawa yang disebut bromelain, yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Faktor-faktor ini menjadikan nanas sebagai tambahan yang sehat untuk diet ramah diabetes.

Pilihan yang paling menyehatkan adalah nanas mentah atau beku. Nanas kalengan, ditangkupkan atau diolah sering mengandung tambahan gula, terutama jika buahnya dimasukkan ke dalam sirup. Jika nanas kalengan adalah satu-satunya pilihan yang tersedia, cobalah menemukannya dalam kaleng dalam air, bukan dalam sirup.

Pilihlah nanas mentah atau beku dibandingkan jus nanas atau nanas kering, yang umumnya mengandung tambahan gula sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah.

Untuk membatasi dampaknya terhadap kadar gula darah, makanlah nanas secukupnya dan padukan dengan protein atau lemak sehat untuk meminimalkan nilai indeks glikemik total makanan tersebut.

Cobalah nanas sebagai hidangan penutup setelah mengonsumsi makanan rendah indeks glikemik, seperti:
Beras merah
Jelai
Roti gandum utuh
Pasta gandum utuh
Kacang polong
Gulungan oats
Protein tanpa lemak

Cara termudah menyiapkan buah adalah dengan menyajikannya mentah, sebagai lauk atau hidangan penutup. Cobalah memanggangnya dan memasukkannya ke dalam makanan utama, seperti pada banyak masakan Asia.

Dokter menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi buah utuh, dibandingkan jus, karena sepotong buah cenderung lebih mengenyangkan dan memiliki skor indeks glikemik lebih rendah. Buah utuh juga merupakan sumber serat, vitamin dan mineral yang lebih menyehatkan. (dtc/bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *