News  

32.000 Hektare Lahan Mangrove Tahun Ini Mulai Direhabilitasi

Tahun Ini lahan mangrove di Riau bakal direhabilitasi. (Foto: Antara)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Tahun ini, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersama Bank Dunia siap memulai program rehabilitasi lahan mangrove dengan luasan target 32.000 hektare.

“Ya, jadi Bank Dunia memastikan dukungannya, hingga program rehabilitasi mangrove tersebut akan dilaksanakan pada bulan depan, Maret 2024,” kata Kepala BRGM Hartono usai penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Rehabilitasi puluhan hektare lahan mangrove itu tersebar di empat provinsi, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

Dikatakan, dukungan finansial Bank Dunia merupakan angin segar untuk merealisasikan percepatan rehabilitasi lahan mangrove yang berkelanjutan di Indonesia.

Untuk diketahui, BRGM menargetkan rehabilitas 75.000 hektare lahan mangrove di empat provinsi tersebut hingga 2025.

Program rehabilitasi tersebut, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan peluang mata pencaharian dan bisnis masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan mangrove.

Sementara Direktur Pelaksana Kepala Bagian Keuangan Bank Dunia, Anshula Kant mengatakan, dukungan finansial yang diberikan merupakan salah satu bentuk komitmen lembaganya untuk mencegah perluasan dampak perubahan iklim.

Perubahan iklim, menurut dia, telah memperbesar potensi dampak kebencanaan yang saat dirasakan dunia, termasuk Indonesia.

Karena itu, perubahan iklim harus dilawan, salah satunya dengan menjaga ekosistem mangrove.

Terhitung hingga akhir tahun 2023, Kant menyampaikan pihaknya sudah menyalurkan pendanaan 28,6 juta dollar AS.

“Sungguh ini kerja sama yang kuat, kita saling mendukung, terlebih Indonesia mempunyai target yang besar pengurangan emisi karbon menjadi 358 juta karbon dioksida pada 2030,” ujarnya.

Kant berharap, program rehabilitasi yang diinisiasi Pemerintah Indonesia melalui BRGM bisa berjalan sebagaimana tujuannya.

Sehingga, hal tersebut bisa membawa pengaruh baik bagi masyarakat setempat dan kemaslahatan makhluk hidup secara luas. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *