PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Sampai pertengahan Februari 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai 417,94 hektare dan tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau (BPBD Riau) menyebut, wilayah dengan luasan kebakaran terbesar saat ini berada di Kabupaten Bengkalis dengan total mencapai 196,01 hektare.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur menyampaikan, sejumlah titik api masih dalam proses pemadaman dan pendinginan.
“Luasan ini masih bisa bertambah karena ada beberapa lokasi yang masih dalam proses pemadaman,” ujar Jim, Senin (16/2/2026).
Dijelaskan, kondisi paling berat saat ini terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, di mana api masih membara dan petugas terus melakukan upaya pemadaman.
Selain itu, beberapa daerah seperti Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir masih dalam tahap pendataan detail terkait luas lahan yang terdampak.
BPBD Riau mengingatkan bahwa angka 417,94 hektare tersebut masih bersifat sementara dan sangat mungkin mengalami peningkatan. Tim gabungan terus dikerahkan untuk mencegah meluasnya kebakaran, terutama di wilayah gambut yang rawan terbakar.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampaknya dapat memicu kabut asap dan gangguan kesehatan.
Berikut sebaran kebakaran hutan dan lahan di Riau:
Kabupaten Bengkalis – 196,01 hektare
Kabupaten Indragiri Hilir – 59,70 hektare
Kabupaten Pelalawan – 47,50 hektare
Kota Dumai – 29,52 hektare
Kabupaten Kampar – 29,50 hektare
Kabupaten Siak – 20,53 hektare
Kota Pekanbaru – 14,08 hektare
Kabupaten Rokan Hilir – 10 hektare
Kabupaten Kepulauan Meranti – 8,40 hektare. (bsh)
