Bagaimana Cara Memilih Ta’jil Berbuka Puasa Menurut Islam?

Beberapa jenis makanan yang bisa dijadikan ta'jil untuk berbuka puasa. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-TA’JIL adalah hidangan ringan untuk membatalkan puasa saat waktu magrib tiba. Dalam ajaran Islam, berbuka puasa dianjurkan untuk disegerakan dan dimulai dengan makanan yang sederhana serta menyehatkan.

Rasulullah SAW mencontohkan berbuka dengan kurma dan air. Dalam hadis riwayat Muhammad, disebutkan bahwa beliau berbuka dengan beberapa butir kurma segar.

Jika tidak ada, beliau mengonsumsi kurma kering, dan jika tidak tersedia, cukup dengan air putih.

1. Kurma: Sunnah yang Bernutrisi
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh sehingga efektif mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Selain itu, kurma juga kaya serat, kalium, dan antioksidan yang baik untuk pencernaan serta menjaga keseimbangan elektrolit.

2. Air Putih: Menghidrasi Tubuh
Setelah berpuasa lebih dari 12 jam, tubuh membutuhkan cairan. Air putih membantu mengembalikan hidrasi, melancarkan metabolisme, serta mencegah dehidrasi dan sakit kepala saat berbuka.

3. Makanan Ringan dan Tidak Berlebihan
Islam menganjurkan kesederhanaan dalam berbuka. Hindari langsung mengonsumsi makanan berat atau berlemak tinggi karena dapat mengganggu kerja lambung. Beri jeda setelah ta’jil sebelum menyantap makanan utama agar sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

4. Hindari Berlebihan
Prinsip utama dalam Islam adalah tidak berlebih-lebihan. Berbuka secukupnya membantu menjaga berat badan, kadar gula darah, dan kesehatan jangka panjang.

Ta’jil berbuka yang baik menurut Islam adalah yang sederhana, menyehatkan, dan mengikuti sunnah Nabi, seperti kurma dan air putih. Selain berpahala karena mengikuti anjuran Rasulullah, pilihan ini juga terbukti bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Berbuka dengan bijak bukan hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjaga kebugaran selama bulan Ramadan. (jiga/berbagai sumber)

Exit mobile version