Warga Lintas Agama Hadiri Open House Idul Fitri, Bupati Anton: Toleransi Tanpa Batas

Bupati Anton foto bersama suster, pendeta dan masyarakat lintas agama. (Foto: Diskominfo)

ROKAN HULU, FOKUSRIAU.COM-Open house Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (26/3/2026) menjadi momentum penting dalam memperkuat toleransi antar umat beragama.

Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas bupati itu dihadiri masyarakat lintas agama, termasuk suster, pastor dan pendeta yang datang bersilaturahmi sejak pagi hari.

Open house bersama Bupati Anton itu juga dihadiri Wakil Bupati Syafaruddin Poti, Sekretaris Daerah M Zaki dan Ketua DPRD Sumiartini. Pemerintah menyebut kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Sejak pagi, warga tampak bergantian datang. Kehadiran tokoh lintas agama, termasuk kelompok Pelita Jaya Nusantara, menjadi sorotan karena mencerminkan kuatnya nilai keberagaman di daerah tersebut.

“Iya, yang suster itu dari Pelita Nusantara Jaya. Ada juga pastor dan pendeta yang ikut hadir,” kata Paber yang menghadiri open house, Kamis (26/3/2026).

Perkuat Toleransi dan Kebersamaan

Di sisi lain, Bupati Anton menegaskan, open house Idul Fitri di Rohul terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa pengecualian. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang bersama untuk mempererat persaudaraan dan saling memaafkan.

“Bebas, dari mana saja silakan datang. Ini ajang silaturahmi dan saling memaafkan,” ujar Anton.

Menurutnya, semangat Idul Fitri tidak hanya soal perayaan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, Pemkab Rohul sengaja membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin hadir.

Acara dikemas secara sederhana namun hangat. Berbagai hidangan khas lokal seperti ubi rebus, jagung rebus, pisang rebus, bakso, dan roti jala disajikan untuk para tamu yang datang.

Momentum ini dinilai menjadi simbol nyata kerukunan antarumat beragama di Rokan Hulu, sekaligus memperkuat nilai toleransi yang telah lama terjaga di daerah tersebut. (adv/kominfo)

Exit mobile version