PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Belum genap tiga hari menjabat, Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko langsung menunjukkan langkah cepat dengan mengungkap dugaan peredaran narkotika skala besar di kawasan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.
Penggerebekan dilakukan dalam rangka Operasi Antik Lancang Kuning 2026, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam operasi itu, polisi menemukan barang bukti narkotika dalam jumlah signifikan yang diduga kuat menjadi bagian dari aktivitas transaksi ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat.
Dari lokasi penggerebekan di pinggir Jalan Kampung Dalam, petugas mengamankan sabu dengan total berat kotor mencapai 240 gram yang dikemas dalam puluhan plastik klip siap edar.
Selain itu, polisi juga menyita 875 butir pil ekstasi berbagai merek dan warna, serta 50 butir pil yang diduga merupakan psikotropika jenis happy five.
AKP Noki Loviko menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang merasa terganggu dengan maraknya aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan patroli intensif dan penyelidikan lapangan.
“Tim bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Kami lakukan pemantauan di lokasi yang dicurigai dan langsung melakukan penggerebekan. Saat penggeledahan yang disaksikan warga, ditemukan barang bukti yang sengaja disembunyikan di dalam tanah timbun,” ujarnya.
Pengungkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika, terutama di kawasan yang telah dipetakan sebagai daerah rawan. Kampung Dalam sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang kerap menjadi perhatian aparat karena diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.
AKP Noki menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat operasi dan meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah yang masuk kategori zona merah.
“Ini bentuk komitmen kami dalam memberantas narkoba di Pekanbaru. Tidak ada kompromi bagi pelaku. Operasi akan terus kami intensifkan, termasuk memburu pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan yang lebih besar di balik peredaran narkotika tersebut.
Selain memburu pelaku, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Peran warga dinilai sangat penting dalam membantu aparat memutus rantai peredaran narkoba.
Penggerebekan ini sekaligus menjadi awal langkah tegas dari kepemimpinan baru di Satresnarkoba Polresta Pekanbaru. Dengan waktu yang relatif singkat sejak menjabat, AKP Noki Loviko langsung dihadapkan pada tantangan besar dalam menangani peredaran narkotika yang kian kompleks.
Ke depan, kepolisian memastikan akan mengedepankan pendekatan preventif dan represif secara seimbang. Selain penindakan hukum, upaya edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba juga akan terus digencarkan untuk menekan angka penyalahgunaan di masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius di Pekanbaru. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba. (zul)
