PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau mempercepat pelaksanaan sejumlah Program Strategis Nasional (PSN), terutama pembangunan Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan. Langkah tersebut dilakukan menjelang kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Riau.
Fokus utama saat ini tertuju pada program Sekolah Rakyat yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Selain telah memiliki tiga sekolah rintisan, Riau juga sedang menuntaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing yang progresnya telah mencapai 65 persen dan ditargetkan beroperasi di tahun ajaran baru mendatang.
Percepatan program tersebut menjadi penting, karena berkaitan langsung dengan upaya pemerintah meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, memperkuat ekonomi desa melalui koperasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program Kampung Nelayan.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto meminta, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan sesuai target, sekaligus menyiapkan data akurat untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan menyajikan data perkembangan yang valid.
“Dalam waktu dekat Menteri Dalam Negeri akan melakukan kunjungan ke Provinsi Riau. Kita harus menyiapkan laporan terkait perkembangan program strategis nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Kampung Nelayan,” kata SF Hariyanto, Selasa (9/6/2026) di Pekanbaru.
Ia menegaskan, seluruh data yang dilaporkan harus mencerminkan kondisi riil di lapangan. Pemerintah daerah tidak boleh menyampaikan laporan yang direkayasa hanya untuk menunjukkan capaian yang baik di atas kertas.
Sebaliknya, data yang akurat menjadi indikator bahwa pengawasan terhadap program nasional benar-benar berjalan. “Jangan ada yang direkayasa, sampaikan saja apa adanya,” tegasnya.
Tiga Sekolah Rakyat Sudah Berjalan di Riau
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Zulfadli menjelaskan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda prioritas yang terus dipersiapkan di berbagai daerah.
Program yang digagas pemerintah pusat tersebut dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu sekaligus menekan kesenjangan pendidikan antardaerah.
Menurut Zulfadli, Sekolah Rakyat terdiri dari dua kategori, yakni sekolah rintisan dan sekolah permanen. Konsep tersebut disesuaikan dengan kesiapan daerah dan kebutuhan pelayanan pendidikan.
Saat ini, Riau telah memiliki tiga Sekolah Rakyat rintisan. Dua sekolah berada di Kota Pekanbaru, sedangkan satu sekolah lainnya berada di Kabupaten Rokan Hilir.
Keberadaan sekolah rintisan tersebut menjadi fondasi awal sebelum pembangunan sekolah permanen dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
“Di Riau sekolah rintisan ada tiga. Dua di Kota Pekanbaru dan satu di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar Zulfadli.
Sekolah Rakyat Kuansing Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini
Selain sekolah rintisan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen juga mulai dilakukan. Salah satu proyek yang saat ini menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi. Pemerintah menyebut progres pembangunan telah mencapai 65 persen.
Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal, sekolah tersebut diproyeksikan mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran baru mendatang.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kuansing diperkirakan akan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mengurangi hambatan pendidikan akibat faktor ekonomi.
“Insyaallah yang di Kuansing untuk tahun ajaran baru sudah bisa beroperasi,” kata Zulfadli.
Keberhasilan operasional Sekolah Rakyat Kuansing juga akan menjadi indikator kesiapan Riau dalam menjalankan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan.
Rohil dan Rohul Masuk Prioritas Pembangunan Berikutnya
Tidak berhenti di Kuansing, Kementerian Sosial juga telah menyiapkan penambahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu.
Kedua daerah tersebut masuk dalam daftar prioritas pengembangan berikutnya setelah melihat kebutuhan pendidikan dan kesiapan dukungan lahan dari pemerintah daerah.
Penambahan sekolah baru berpotensi memperluas jangkauan program hingga ke wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai target, jumlah Sekolah Rakyat di Riau akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Hal ini sekaligus memperkuat posisi Riau sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung implementasi program pendidikan nasional.
Validitas Data Jadi Sorotan Jelang Kunjungan Mendagri
Selain capaian pembangunan fisik, aspek pengawasan menjadi perhatian utama Pemprov Riau. SF Hariyanto menilai. validitas data menjadi faktor krusial karena pemerintah pusat membutuhkan gambaran nyata mengenai progres pelaksanaan Program Strategis Nasional di daerah.
Kelengkapan data juga akan menjadi ukuran keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal program yang menggunakan dukungan anggaran dan kebijakan nasional.
Karena itu, seluruh OPD diminta memahami perkembangan program hingga ke tingkat pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program seperti Kopdes Merah Putih, Kampung Nelayan, dan Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam jangka panjang, keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga berpotensi memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta mendukung agenda pembangunan nasional yang sedang dijalankan pemerintah pusat.
Dengan semakin banyaknya Sekolah Rakyat yang dibangun, Riau diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan pembangunan daerah pada masa mendatang. (ria)
