PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) tak tak hanya berdampak kepada masyarakatnya, namun juga berdampak ke masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru.
Dampak tersebut dirasakan masyarakat terhadap naiknya harga komoditi bahan pokok, terutama cabai merah. Kondisi ini terjadi akibat pasokan cabai merah asal Bukittinggi terhambat masuk Pekanbaru.
Kini, harga cabai merah di Pekanbaru mulai menggila. Di sejumlah pasar tradisional yang ada di Pakanbaru, Sabtu (29/11/2025) harga cabai merah sudah menembus angka Rp180.000 per kilogram.
Seperti di Pasar Lima Puluh, Pasar Cik Puan, Pasar Agus Salim, Pasar Sail, Pasar Pagi Arengka dan Pasar Simpang Baru.
Kenaikan harga cabai merah itu dipicu gangguan pasokan pasca bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Selama ini, kedua daerah ini dikenal sebagai pemasok cabai merah untuk Riau.
Banjir dan longsor yang melanda ke dua wilayah itu membuat pasokan cabai merah terganggu sejak tiga hari belakangan.
Para pedagang terpaksa menaikkan harga, karena pasokan berkurang drastis. Sedangkan permintaan tetap sama. “Terpaksa menaikan harga, karena pasokan kurang,” kata Rehan, pedagang cabai di Pasar Pagi Arengka.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru.
“Kami tetap memantau harga cabai merah di pasaran, untuk mengantisipasi gejolak harga,” kata Kepala Disperindag Pekanbaru, Iwan Simatupang.
Dikatakan, daerah pemasok belum bisa memenuhi kebutuhan cabai merah di Pekanbaru. Namun demikian, Iwan memastikan, pasokan cabai dari daerah lain, seperti Jawa masih tetap ada. “Pasokan cabai merah tidak terhenti, karena masih ada dari daerah lain,” tukasnya. (tpc/bsh)




