Kejinya Perbuatan Pria Ini, Habisi Nyawa Sang Pacar, Belakangnya Ditusuk Bambu

oleh -1.427 views
Weni Tania, mayatnya ditemukan di Kampung Muncang Lega, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, Jumat (5/2/2021). Ternyata pembunuhnya pacar sendiri berinisial D. (Foto: Istimewa)

GARUT-Seorang gadis muda ditemukan dalam kondisi anus tertancap bambu. Kematiannya sempat menjadi teka teki, namun akhirnya polisi bisa mengungkap penyebab dan pembunuh wanita yang diketahui bernama Weni Tania tersebut.

Ironisnya, gadis muda ini ternyata dibunuh orang yang berhubungan dekat dengannya, yakni pria berinisial D (22). Dari keterangan polisi, D merupakan pacar korban. Kecurigaan terhadap sang pacar yang diduga sebagai pelaku sudah mengemuka sebelumnya. Hanya saja, polisi belum berani menyimpulkan karena masih melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, foto-foto seorang pria yang diduga jadi pelaku pembunuh Weni Tania memang sempat beredar. Tetapi hal itu ditepis polisi. Kini, pihak berwajib berhasil mengungkap misteri kematian gadis yang hidup sendiri itu.

Pelaku pembunuhan merupakan pacar dari Weni berinisial D. Polisi juga tak perlu susah mencari keberadaan D, karena pelaku sudah berada di sel tahanan Polsek Tarogong Kidul.

“Iya betul pelaku sebelumnya sudah ada di Polsek Tarogong Kidul untuk kasus yang lain. Dia ditangkap beberapa hari sebelum jenazah Weni ditemukan,” kata Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon Suhendar, Minggu (7/2/2021).

“Cuma kemarin belum ada pengakuan dari D,” tambahnya.

D ditangkap aparat Polsek Tarogong Kidul, Rabu (3/2/2021) di kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Dia terlibat dalam aksi aksi pencurian celengan berisi uang jutaan rupiah.

D diketahui mengambil celengan dari dalam gudang setelah sebelumnya mengambil kunci aslinya, Minggu (31/1/2021).

D ditangkap Polsek Tarogong Kidul yang dipimpin Panit Reskrimnya, Ipda Wahyono Aji setelah dipancing korban yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan polisi.

Keluar dari Tempat Kerja 10 hari Sebelum Ditemukan Terbunuh
Kepala Desa Sindangratu, Yuyu Sunia mengatakan, Weni Tania dikenal sebagai pekerja pabrik di Kecamatan Wanaraja. Hanya saja, Weni sudah keluar dari pabrik 10 hari sebelum ditemukan tewas terbunuh dengan kondisi mengenaskan.

Gadis berusia 21 tahun itu juga dikenal pendiam, sehingga tidak banyak yang tahu tentang kesehariannya. Ayah Weni sudah meninggal dunia. Sedangkan ibunya bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.

Selama ini, Weni tinggal di rumah peninggalan orangtuanya di Kampung Ciloa, Desa Sindangratu, Kecamatan Wanaraja. Menurut Yuyu, korban terakhir kali terlihat Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dengan kata lain, sebelum mayatnya ditemukan, keluarga telah mencari korban yang tiga hari menghilang. Pada hari Selasa, sebelum menghilang, keluarga sempat menghubungi korban pukul 13.00 WIB.

“Setelah jam satu siang, handphone-nya sudah tidak bisa dihubungi, besoknya keluarganya mulai melakukan pencarian,” kata dia.

Jumat (5/2/2021), warga di Kampung Muncang dikejutkan dengan penemuan mayat di bantaran Sungai Cimalaka. Mayat Weni ditemukan seorang pencari kayu bakar yang mula-mula mencium bau menyengat.

Saat ditemukan, kondisi mayat Weni telungkup, membengkak dan berbau busuk. Selain itu, bagian duburnya tertancap bambu sepanjang sekitar 60 sentimeter. “Diperkirakan sudah tiga hari berada di lokasi ditemukan,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat.

Korban dipastikan dibunuh. Pelakunya pacar Weni sendiri. Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan, pihaknya sudah menangkap seorang pelaku. “Iya, pelaku sudah diamankan,” ujar Benny singkar lewat aplikasi pesan.

Informasi yang dihimpun menyebut, pelaku adalah pacar dari korban. Saat ditangkap polisi, pelaku tengah terjerat kasus lain, yaitu pencurian. “Iya kasus pencurian,” kata dia. Polisi rencananya akan menggelar rilis kasus ini pada hari ini, Senin (8/2/2021) ini. (*)

Sumber: Kompas.com

Tentang Penulis: Boy Surya Hamta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *