Upaya Sanimar Afrizal Berdayakan PKK Dukung Pemkab Rohil Cegah Stunting

oleh -0 views
Ketua TP PKK Rokan Hilir Ny Sanimar Afrizal SPd didampingi Wakil Ketua Sari Eka Rahmi Sulaiman bicara soal pencegahan stunting saat melakukan kunjungan kerja, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

ROKAN HILIR-Beberapa tahun terakhir, kasus stunting atau gagal tumbuh anak akibat ketidakcukupan gizi menjadi pembahasan di sejumlah negara berkembang. Untuk Indonesia, kasus stunting juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk Riau dan Rokan Hilir (Rohil) khususnya.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Rohil terus melaksanakan berbagai program untuk meminimalisir meningkatnya angka stunting. Tak hanya pemerintah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Rohil juga ikut turun mengedukasi masyarakat, terutama ibu hamil untuk menjaga asupan gizi saat hamil.

Ketua TP PKK Rokan Hilir Ny Sanimar Afrizal SPd mengatakan, pembekalan dan pemantapan dalam rangka pencegahan stunting bagi pengurus PKK sudah dilaksanakan. Nantinya, mereka akan menjadi ujung tombak di masyarakat melakukan edukasi pentingnya menjaga asupan gizi bagi ibu hamil.

Sanimar menyebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan, stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Itu terjadi akibat kondisi tertentu yang mempengaruhi tumbuh kembangnya anak. “Maka itu, perlu dicegah dengan menciptakan kondisi ideal agar tumbuh kembangnya anak dapat berjalan baik dan sesuai usianya,” ulas Sanimar, beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak sempurna sekaligus menjadi investasi masa depan sebagai generasi cerdas dan bernas.

Lantas bagaimana langkah pencegahan stunting yang dilakukan PKK?
Sanimar menyebut, ada beberapa langkah yang akan dilakukan. Pertama memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil.

“Ini merupakan tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan,” ujarnya.

Ketua TP PKK Rokan Hilir Ny Sanimar Afrizal SPd menyerahkan bantuan kepada sejumlah anak usai sosialisasi stunting saat melakukan kunjungan kerja, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Kedua memberi ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. “ASI berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati,” tuturnya.

Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

Langkah ketiga mendampingi ASI eksklusif dengan MPASI sehat. “Artinya, ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting,” tukasnya.

Saat ini, kata Sanimar, WHO sudah merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Sang ibu sebaiknya berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

Terus Pantau Tumbuhkembang Anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

Di sisi lain, menjaga kebersihan lingkungan sangat perlu dilakukan. Seperti diketahui, anak-anak sangat rentan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini pula yang secara tak langsung meningkatkan peluang stunting.

Wakil Ketua TP PKK Rokan Hilir Sari Eka Rahmi Sulaiman menyerahkan bingkisan kepada anak-anak saat melakukan kunjungan kerja, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PKK Gencar Sosialisasi Stunting

Saat ini, PKK Rokan Hilir memang tengah menggencarkan sosialisasi pencegahan stunting. Melakukan kunjungan rutin sampai pedesaan dan mensosialisasikan pencegahan, menjadi upaya menurunkan angka stunting di Rohil.

Sanimar menyebut, salah satu cara paling cepat menuntaskan masalah stunting, melalui gotong royong dan melibatkan banyak pihak, termasuk semua kader PKK dan masyarakat.

“Kita semua turun ke masyarakat melakukan kampanye stunting. Ayo kita kerja sama dengan sungguh-sungguh agar kasus stunting bisa tuntas ini bisa tuntas di Rohil,” ajak Sanimar.

Selain itu, Sanimar menyampaikan, keberadaan Posyandu harus bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi ibu ibu dan para balita serta meminta para kader Posyandu untuk bekerja dengan baik serta selalu ikhlas dalam melayani masyarakat.

Disamping itu, keberhasilan yang telah ada harus ditingkatkan dengan terus melakukan inovasi dan terobosan, terutama pada masa pandemi saat ini. “Termasuk terus berinovasi dan membuat terbosan dalam menghasilkan produk yang bisa menjadi penghasilan tambahan bagi rumah tangga. (Advetorial Pemkab Rohil)