PELALAWAN, FOKUSRIAU.COM-Debit air Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, Riau naik mencapai 75 centimeter sejak sepekan terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan mencatat, peningkatan cukup signifikan sejak 30 Desember 2025, tepat ketika pintu air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang dibuka.
Saat dua pintu pembuangan air PLTA Koto Panjang dibuka, debit air Sungai Kampar di Pelalawan naik mencapai 1,47 meter di atas batas normal.
Ini terlihat dari indikator level water di jembatan penyeberangan ponton yang berada di Kecamatan Langgam. Sementara elevasi Sungai Kampar, Senin (5/1/2026) mencapai 2,22 meter.
“Setiap hari terjadi kenaikan tinggi permukaan air Sungai Kampar sampai hari ini. Tapi tidak hanya dipengaruhi pintu PLTA Koto Panjang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si, Senin (5/1/2026).
Dikatakan, ada beberapa faktor utama penyebab kenaikan debit Sungai Kampar dalam sepekan terakhir.
Pembukaan dua pintu air PLTA Koto Panjang menyebabkan kenaikan permukaan setinggi 30 Cm.
Kemudian pengaruh curah hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar.
Sebab, hampir setiap hari hujan melanda wilayah Pelalawan dengan intensitas ringan, sedang dan lebat.
Ditambah dengan air pasang laut yang masuk dari hilir Sungai Kampar. Semua menyebabkan air tertahan dan membuat debitnya semakin tinggi.
“Perkiraan dalam dua hari elevasi Sungai Kampar akang kembali turun, karena curhat hujan sedikit turun,” ujar Zulfan.
Dia memastikan, kondisi di sepanjang bantaran Sungai Kampar di Pelalawan masih aman dari banjir.
Belum ada genangan air yang terpantau akibat luapan sungai mulai dari Kecamatan Langgam, Pangkalan Kerinci, hingga ke Pelalawan. “Elevasi masih di angka 2,2 dan masih dalam kategori aman. Banjir mulai terasa jika debit sungai mencapai 3 meter,” tukasnya. (trp/bsh)




