SF Hariyanto Optimis Atasi Defisit Keuangan, Tidak Perlu Pusing Tujuh Keliling

Plt Gubernur SF Hariyanto optimis mampu mengatasi masalah defisit keuangan daerah. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau bergelut dengan persoalan defisit keuangan daerah, dampak pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) Kementerian Keuangan dengan nilai mencapai Rp1,2 triliun.

Meski demikian, Plt. Gubernur SF Hariyanto optimistis mampu mengatasi persoalan tersebut tanpa harus pusing tujuh keliling.

Hal itu ditegaskan SF Hariyanto setelah menerima masukan sejumlah tokoh masyarakat Riau, seperti mantan Gubernur Riau Syamsuar, Wan Abubakar, Mambang Mit, Wan Tamrin Hasyim dan sejumlah tokoh lainnya, Senin (5/1/2025).

“Gampang, kita tidak perlu repot-repot kan. Tidak perlu juga teriak-teriak atau pusing tujuh keliling,” ujar SF Hariyanto.

Menurutnya ada langkah yang bisa menyelesaikan persoalan tersebut, dan ia juga yakin dengan skema yang akan dibuat bisa menjadi solusi atasi persoalan keuangan di Pemprov.

“Jadi pertama belanja modal itu kan ada enam ratus miliar sekian. Jadi gak usah kita kerjakan dulu,” ujar SF Hariyanto.

SF berencana untuk memotong dan menyisir kembali anggaran SPPD dan biaya makan minum yang sudah dianggarkan dalam APBD Riau 2026.

“Yang biasa makan kue, makan kacang aja lah, ya kan? Gak usah rapat-rapat di hotel, nggak usah makan siang. Komitmen kita, saya akan komitmen,” ujarnya.

Dengan demikian, SF Hariyanto yakin hal pola mengencangkan ikat pinggang di Pemprov Riau itu bisa menjadi salah satu solusi.

“Insya Allah selesai. Jadi justru itu solusinya adalah kita memutuskan optimalisasi untuk percepatan pendapatan. Masih banyak potensi-potensi lain yang harus kita dapatkan. Banyak loh, percayalah. Kalau ini kerja semua tim, insya Allah,” tukasnya. (trp/bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *