Kolom  

Peran Pendidikan Membentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital

Oleh: Sulpiah*

Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian, moral dan karakter.

Dalam konteks modern, pendidikan memiliki tantangan baru seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi yang begitu pesat.

Era digital membawa dampak besar bagi kehidupan, termasuk pada dunia pendidikan dan perkembangan karakter generasi muda Kemudahan akses informasi dan komunikasi melalui internet memberi manfaat besar bagi pelajar dalam mencari ilmu, tetapi di sisi lain juga membawa risiko seperti penyebaran informasi palsu, degradasi moral, serta menurunnya interaksi sosial langsung.

Karena itu, pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter menjadi sangat penting untuk menjaga nilai-nilai moral dan etika generasi muda.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, generasi muda berada pada era yang penuh peluang sekaligus tantangan.

Akses terhadap berbagai sumber belajar menjadi semakin mudah, namun arus digital juga membawa pengaruh yang dapat memengaruhi karakter, perilaku,
dan pola pikir peserta didik.

Pendidikan memegang peran strategis dalam membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Pendidikan bukan hanya bertugas memberikan ilmu, tetapi juga membentuk kepribadian yang kuat, kritis dan beretika di tengah berbagai perubahan zaman.

Dengan demikian, pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas sekaligus berkarakter di era digital.

Kemajuan teknologi membuat proses belajar menjadi lebih cepat, lebih variatif dan lebih interaktif. Peserta didik dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber digital tanpa batasan ruang dan waktu.

Media pembelajaran juga berkembang, mulai dari video edukasi, aplikasi
pembelajaran, hingga platform komunikasi digital yang memudahkan proses diskusi dan kolaborasi.

Namun, kemudahan ini tidak selalu diikuti dengan kesiapan peserta didik dalam memilah informasi secara kritis. Arus informasi yang terlalu besar seringkali membuat siswa bingung, sulit membedakan fakta dan opini, bahkan terpapar hoaks dan konten negatif.

Hal ini menunjukkan penguasaan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter.

Lalu bagaimana pendidikan berperan dalam membentuk karakter, tantangan yang dihadapi di era digital dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menciptakan generasi muda yang berakhlak dan cerdas secara digital.

Makna Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Pendidikan tidak hanya sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan juga proses pembentukan kepribadian dan moral seseorang.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah usaha untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Dengan kata lain, pendidikan sejati harus mencakup tiga aspek utama: pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) dan sikap (afektif). Aspek terakhir inilah yang berkaitan langsung dengan pembentukan karakter.

Pendidikan karakter membantu peserta didik memahami nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, disiplin dan empati- nilai-nilai yang penting untuk kehidupan sosial dan profesional.

Tantangan Pendidikan di Era Digital
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara manusia belajar dan berinteraksi.

Di satu sisi, teknologi menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran melalui media digital, seperti elearning, video pembelajaran dan akses jurnal ilmiah.

Namun, di sisi lain, kemajuan ini juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia pendidikan. Beberapa tantangan utama pendidikan di era digital antara lain:

a. Kurangnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi. Banyak pelajar yang
menggunakan internet bukan untuk belajar, tetapi untuk hiburan yang tidak mendidik

b. Menurunnya nilai moral dan sopan santun. Interaksi di dunia maya sering kali bebas dari norma sosial sehingga memengaruhi perilaku peserta didik di dunia nyata.

c. Kesenjangan digital. Tidak semua sekolah dan siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat teknologi dan jaringan internet yang memadai, terutama di daerah pedesaan.

d. 4 Kecanduan gawai. Banyak remaja menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, yang berdampak pada kesehatan fisik dan menurunkan motivasi belajar.

Tantangan-tantangan tersebut menuntut sistem pendidikan untuk beradaptasi dan memperkuat pendidikan karakter agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Peran Guru dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai panutan dalam sikap dan perilaku.

Dalam proses belajar-mengajar, guru dapat menanamkan nilai-nilai moral melalui contoh nyata seperti kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal juga harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter. Misalnya, melalui program kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan ibadah, kerja bakti, kegiatan sosial dan pendidikan digital yang mengajarkan etika berinternet.

Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan oleh pemerintah saat ini merupakan langkah positif, karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan karakter sesuai minat serta bakatnya.

Selain itu, hubungan kerja sama antara sekolah dan orang tua juga sangat penting. Pendidikan karakter tidak dapat berhasil jika hanya dilakukan di sekolah tanpa dukungan keluarga di rumah.

Orang tua perlu menjadi teladan utama dalam penggunaan teknologi dan pembentukan kebiasaan baik.

Inovasi Pendidikan di Era Digital
Untuk menjawab tantangan zaman, inovasi pendidikan menjadi hal yang mutlak. Pemanfaatan teknologi digital seharusnya tidak dihindari, tetapi diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter. Beberapa inovasi yang dapat diterapkan antara lain:

Pembelajaran berbasis teknologi (digital learning): Penggunaan platform seperti Google Classroom, Zoom atau aplikasi edukatif lainnya dapat meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa.

Pendidikan literasi digital: Mengajarkan siswa untuk menggunakan internet secara aman, bijak, dan bertanggung jawab, termasuk kemampuan memilah informasi yang benar.

Integrasi nilai karakter dalam setiap mata pelajaran: Setiap pelajaran, baik IPA, IPS, maupun Bahasa, harus mengandung nilai-nilai moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan nyata.

Pelatihan guru digital: Guru perlu dilatih untuk menguasai teknologi pembelajaran agar dapat berinovasi dalam mengajar tanpa kehilangan nilai-nilai humanis dalam pendidikan.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

Harapan dan Arah Pendidikan Masa Depan
Pendidikan masa depan diharapkan tidak hanya melahirkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa sosial tinggi.

Generasi muda Indonesia harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa.

Pendidikan yang baik akan menghasilkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun bangsa.

Karena itu, pendidikan karakter dan digital harus berjalan seimbang agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pengendali teknologi.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda, terlebih di era digital yang serba cepat dan terbuka ini.

Tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk lebih adaptif, inovatif dan berorientasi pada nilai-nilai moral.Guru, sekolah dan orang tua harus berkolaborasi dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran dan tanggung jawab kepada generasi muda.

Teknologi hendaknya dijadikan sarana untuk memperluas wawasan, bukan untuk melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Apabila pendidikan nasional mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, maka Indonesia akan memiliki generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral.

Inilah bekal utama untuk mewujudkan masa depan bangsa yang beradab, maju, dan bermartabat.

Kesimpulannya, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Terlebih di era digital yang serba cepat dan terbuka ini.

Tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk lebih adaptif, inovatif dan berorientasi pada nilai-nilai moral.

Guru, sekolah dan orang tua harus berkolaborasi dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran serta tanggung jawab kepada generasi muda.

Teknologi hendaknya dijadikan sarana untuk memperluas wawasan, bukan untuk melupakan nilai-nilai kemanusiaan.

Apabila pendidikan nasional mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, maka Indonesia akan memiliki generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral.

Inilah bekal utama untuk mewujudkan masa depan bangsa yang beradab, maju dan bermartabat. (*)

* Penulis adalah mahasiswa PAI Sekolah Tinggi Agama Islam PIQ Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *