Oleh: Amir Hanif*
Membaca merupakan bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan
berpikir kritis seseorang. Minat baca yang baik berbanding lurus dengan kualitas literasi suatu bangsa.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, minat baca masyarakat menunjukkan kecendrungan menurun. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berdampak lansung terhadap kualitas sumber daya manusia.
Menurunnya minat baca dipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan gaya hidup, dominasi hiburan instan dan kurangnya budaya membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Selain itu, keterbatasan akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas juga turut memperparah kondisi tersebut. Kondisi ini menjadi isu literasi sebagai persoalan mutakhir yang perlu dikaji secara mendalam, mengingat literasi memiliki peran penting dalam menunjang perkembangan prndidikan dan kehidupan sosial.
Apabila minat baca terus menurun tanpa adanya upaya perbaikan, maka kualitas literasi masyarakat juga akan mengalami penurunan yang segnifikan. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam kehidupan sosial, budaya dan ekonomi.
Minat baca merupakan dorongan internal seseorang untuk melakukan aktifitas membaca secara sadar dan berkelanjutan. Dalam kehidupan modern, aktifitas membaca sering kali tergeser oleh berbagai bentuk hiburan yang lebih praktis dan instan.
Masyarakat cenderung memilih tontonan visual dibandingkan bacaan yang membutuhkan konsentrasi dan pemahaman mendalam.
Salah satu faktor utama menurunnya minat baca adalah kurangnya kebiasaan membaca sejak usia dini. Lingkungan keluarga yang tidak menanamkan budaya membaca akan memengaruhi kebiasaan anak hingga dewasa.
Selain itu, ketersisediaan bahan bacaan yang terbatas dan kurang menaraik juga menjadi penyebab rendahnya minat baca di lingkungan masyarakat.
Faktor lain yang memengaruhi rendahnya minat baca adalah terbatasnya akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas dan menarik. Di beberapa daerah, fasilitas perpustakaan belum di manfaatkan secara optimal.
Koleksi buku yang kurang beragam dan minimnya kegiatan literasi membuat masyarakat tidak terdorong untuk datang membaca. Selain itu, harga buku yang relatif mahal menjadi kendala bagi masyarakat.
Menurunnya minat baca membawa dampak serius terhadap kualias literasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah dan mengevaluasi informasi.
Masyarakat deengan tingkat literasi yang rendah cenderung mengalami kesulitan dan memahami teks, menyampaikan gagasan secara runtut dan menganalisis informasi secara kritis.
Dampak rendahnya literasi juga terlihat dalam kehidupan sosial dan pendidikan. Individu yang jarang membaca umumnya memiliki keterbatasan kesokatan dan wawasan, sehingga kurang percaya diri dalam berkomunikasi dan berdiskusi.
Dalam dunia pendidikan, rendahnya literasi dapat menghambat proses pembelajaran. Karena peserta didik kesulitan memahami materi pelajaran yang berbasis teks.
Selain itu, rendahnya literasi masyarakat lebih rentan terhadap informasi yang tidak akuraat. Ketidak mampuan memilih dan memahami informasi secara kritis dapat menyebabkan mudahnya penyebaran informasi yang menyesatkan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab.
Upaya meningkatkan minat baca perlu di lakukan seca berkelanjutandan melibatkan beberapa pihak. Keluarga memiliki meran awal dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Lembaga pendidikan perlu menciptakan lingkungan belajar yaang mendorong aktifitas membaca, sementara pemerintah dan masyarakat dapat mendukung melalui penyediaan fasilitas literasi yang memadai serta program-program yang menumbuhkan budaya membaca.
Kesimpulannya, minat baca di kalangan masyarakat yang menurun merupakan permasalahan serius dan berdampak langsung terhadap kualitas literasi.
Rendahnya minat baca dapat menghambat kemampuan memahami informasi, mempersempit wawasan dan melemahkan kemampuan berpikir kritis. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka kualitas sumber daya manusia juga akan mengalami penurunan.
Rendahnya literasi tidak hanya berdampak pada bidang pendidikan, tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat. Masyarakat yang kurang terbiasa membaca cenderung lebih mudah menerima informasi tanpa memahami isinya secara mendalam.
Hal ini menunjukkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab.
Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menumbuhkan kembali budaya membaca. Keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat dan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan membaca.
Dengan meningkatnya minat baca, kualitas literasi masyarakat diharapkan dapat meningkat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan secara lebih baik dan berkelanjutan. (*)
* Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Agama Islam STAI PIQ Sumbar
