JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Presiden Prabowo menyatakan, tahun ini pemerintah akan kembali menyita 4 sampai 5 juta hektare lahan sawit. Pernyataan itu disampaikan saat mengumumkan swasembada beras tahun 2025 dan panen raya di Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Prabowo mengatakan, saat ini pemerintah melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita 4 juta hektar lahan sawit.
“Jangan ragu-ragu kita sudah menguasai, sudah sita 4 juta hektar kebun kelapa sawit yang melanggar hukum sudah kita sita,” kata Prabowo.
“Jampidsus benar? Jaksa Agung? Dan tahun 2026 mungkin kita akan sita tambahan 4 atau 5 juta lagi,” sambungnya.
Prabowo juga meminta pejabatnya untuk kompak melawan korupsi dan penyelewengan hukum tanpa ragu. Selain kebun sawit ilegal, menurut Prabowo, pemerintah juga telah menindak ratusan tambang ilegal.
Dikatakan, meski pemerintah berhasil menyelamatkan kekayaan negara senilai ratusan triliun rupiah, namun kebocoran terus terjadi. Padahal, kekayaan negara harus dinikmati seluruh masyarakat.
“Tidak boleh sepeser rupiah pun tidak sampai ke rakyat. Ini tekad saya sebagai presiden yang dilantik dan dipilih oleh rakyat. Ini tugas Kabinet Merah Putih,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Dia juga menyinggung Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan, bumi dan seluruh kekayaan di dalamnya dikuasai negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.
Menurutnya, pasal itu jelas dan tidak perlu lagi ditafsirkan. Prabowo lalu memerintahkan menterinya yang tidak bisa memahami pasal tersebut untuk keluar dari pemerintahan.
“Yang tidak paham keluar saja dari jabatan, segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan saudara-saudara, ya, enggak usah takut. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan,” tegasnya.
Sebagai informasi, pada pemerintahan Prabowo Satgas PKH gencar menyita kebun sawit ilegal. Sebagian perkebunan itu, yang dimiliki terpidana korupsi, kemudian diserahkan ke perusahaan negara, PT Agrinas Palma Nusantara.
Satgas PKH juga telah menagih denda sebesar Rp 2,3 triliun ke 20 perusahaan sawit dan 1 perusahaan tambang. Indonesia yang merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, memiliki total sekitar 16,8 juta hektar perkebunan kelapa sawit. (kps/bsh)
