PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Para kaum LGBT di Pekanbaru, Riau kini sudah terang-terangan tampil di depan publik. Berbagai kegiatan menyimpang kerap terungkap. Terbaru, aktivitas diduga pesta LGBT di New Paragon KTV, Pool and Cafe, 25 Januari 2026 lalu.
Acara ini kemudian memicu reaksi keras banyak pihak. Kini, keberadaan kaum LGBT di Pekanbaru sudah terang benderang di instagram. Banyak akun yang menampilkan kaum homo atau gay di Pekanbaru.
Bahkan, ada yang tanpa malu-malu memperlihatkan fotonya di media sosial. Setidaknya, akun gay Pekanbaru di instagram mencapai 20 akun.
Mereka juga punga tanda pagar atau tagar Gay Pekanbaru mencapai 500 lebih postingan. Kebanyakan postingan bukan hanya menampilkan informasi gay tapi juga gambar pribadi untuk ajakan kencan.
Keberadaan mereka tentu saja sangat mengkhawatirkan. Apalagi, kaum homo ini menjadi salah satu faktor penularan kasus HIV/AIDS di Pekanbaru. Hubungan seksual sesama jenis kaum homo atau Lelaki Seks Lelaki (LSL), mendominasi faktor penyebab penularan HIV di Pekanbaru.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat, jumlah kasus pria yang tertular HIV lebih banyak dari jumlah perempuan yang tertular.
Ada sekitar 2.684 kasus pria tertular HIV sejak tahun 2000 hingga tahun 2025. Sedangkan jumlah wanita yang tertular HIV berkisar 908 kasus. Terdapat selisih sekitar 1.776 kasus antara kasus penularan HIV antara pria dan wanita di Kota Pekanbaru.
Kasus AIDS juga demikian, kasus pria tertular AIDS mencapai 1.943 kasus. Sedangkan kasus wanita tertular AIDS mencapai 645 kasus.
Total kasus HIV di Kota Pekanbaru dari tahun 2000 hingga tahun 2025 mencapai 3.592 kasus. Lalu kasus AIDS dalam rentang waktu yang sama mencapai 2.588 kasus.
“Mirisnya yang tertular berada di usia produktif, yakni sekitar 25 tahun hingga 45 tahun,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, Rabu (4/2/2026).
Dikatakan, mereka yang tertular kebanyakan kelompok yang melakukan hubungan seksual beresiko. Kondisi ini membuat kemungkinan penularan semakin besar ketika kelompok tertular tidak terdeteksi.
Satu upaya untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di Kota Pekanbaru saat ini gencar pemeriksaan HIV atau tes HIV. Ia menyebut kebanyakan yang melakukan tes berada di Kecamatan Pekanbaru Kota.
Jumlah mereka yang tes di kecamatan itu mencapai 5.912 orang. Ada juga pasien yang mengambil obat kebanyakan berada di Kecamatan Pekanbaru Kota dengan jumlah mencapai 965 orang.
Hazli menambahkan, pihaknya membuka layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) guna mencegah penularan HIV/AIDS. Mereka membuka layanan ini di seluruh puskemas.
“Ada juga rumah sakit, lapas, rutan serta satu klinik untuk layanan VCT,” tukasnya. (bsh)
sumber: tribunpekanbaru




