KUANSING, FOKUSRIAU.COM-Bupati Kuansing Suhardiman Amby kembali menagih janji Gubernur Riau soal pembangunan infrastruktur strategis, yakni pembangunan ruas jalan Gunung Sahilan-Sako sekaligus alih status jalan tersebut dari kewenangan kabupaten menjadi jalan provinsi.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ditegaskan, ruas Gunung Sahilan–Sako nantinya akan difungsikan khusus untuk kendaraan berat dan diarahkan menjadi jalur industri.
“Ruas Gunung Sahilan–Sako itu nanti kita arahkan untuk kendaraan berat. Jadi menjadi jalur industri,” ujar Suhardiman Amby, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, jika jalur industri tersebut terealisasi, maka ruas Pekanbaru–Kuansing akan difokuskan untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum sehingga lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Disebutkan, rencana pembangunan dan alih status jalan tersebut merupakan bagian dari janji kampanye pasangan Abdul Wahid–SF Haryanto pada Pilgub Riau lalu.
Untuk mempercepat realisasi, Suhardiman mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah anggota DPRD Riau. Hingga saat ini, empat legislator disebut telah menyatakan dukungan terhadap wacana tersebut.
Suhardiman berharap, pembangunan ruas Gunung Sahilan–Sako bisa mulai direalisasikan pada tahun ini. Pasalnya, dia memprediksi ruas Pekanbaru–Kuansing akan semakin padat dalam empat tahun ke depan.
Saat ini, jalur tersebut tidak hanya dilintasi kendaraan pribadi dan angkutan umum, tetapi juga kendaraan dari perkebunan sawit, perusahaan CPO, galian C sampai angkutan batu bara.
Kondisi itu, kerap memicu kerusakan jalan dan berdampak langsung pada masyarakat pengguna jalan.
“Kondisi itu tentunya membahayakan keselamatan masyarakat. Kalau ini tidak segera diurai, tentu masyarakat yang akan terus dirugikan,” tegasnya.
Selain aspek transportasi dan industri, pembangunan ruas Gunung Sahilan–Sako juga dinilai penting untuk mendukung sektor pariwisata daerah. Setiap tahun, Kuansing menjadi tuan rumah Festival Pacu Jalur yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Pacu Jalur telah masuk dalam agenda pariwisata nasional, kita harus punya infrastruktur yang memadai,” tukasnya. (trp/bsh)
