Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang dari Makkah, Ribuan Orang Tinggalkan Tanah Suci dengan Haru dan Syukur

Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 1) meninggalkan hotel di Mekah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026) malam dan bertolak ke Jeddah lalu terbang kembali ke Tanah Air. (Foto: Dok. MCH 2026)

MAKKAH, FOKUSRIAU.COM-Fase kepulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi resmi dimulai. Ribuan jemaah yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji mulai meninggalkan Kota Makkah menuju Tanah Air dengan membawa kenangan spiritual mendalam dan kerinduan kepada keluarga yang menanti di rumah.

Pada hari pertama pemulangan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia. Total terdapat 6.798 jemaah yang akan diterbangkan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.

Kloter pertama yang mengawali fase pemulangan berasal dari Embarkasi Batam (BTH 01). Ratusan jemaah meninggalkan hotel mereka di Makkah pada Jumat malam waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan menuju Jeddah, mereka dijadwalkan terbang ke Indonesia, Sabtu dini hari.

Suasana haru terlihat sejak proses keberangkatan dari hotel. Banyak jemaah tampak antusias sekaligus emosional setelah lebih dari sebulan menjalani perjalanan ibadah yang menjadi impian umat Islam dari seluruh dunia.

Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal mengatakan, kloter perdana dari Batam membawa sekitar 445 jemaah. Menurutnya, kondisi para jemaah secara umum berada dalam keadaan baik dan siap menjalani perjalanan panjang menuju Indonesia.

“Alhamdulillah para jemaah terlihat sehat, bahagia, dan penuh rasa syukur. Mereka tentu sudah sangat rindu dengan keluarga serta kampung halaman,” ujar Ihsan saat melepas keberangkatan jemaah di Makkah.

Momentum kepulangan ini menjadi penanda bahwa operasional haji Indonesia kini memasuki fase baru. Jika sebelumnya fokus pelayanan tertuju pada kedatangan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, kini perhatian bergeser pada proses pemulangan yang aman, nyaman dan tepat waktu.

Kementerian Agama bersama petugas haji Indonesia menyiapkan skema kepulangan secara bertahap agar seluruh proses berjalan lancar. Pengaturan jadwal dilakukan secara ketat mengingat jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang dan tersebar dalam berbagai kloter.

Pemulangan tahap pertama diperuntukkan bagi jemaah yang tergabung dalam gelombang pertama keberangkatan. Mereka sebelumnya mendarat melalui Madinah dan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Makkah langsung dipulangkan melalui Jeddah menuju Indonesia.

Sementara itu, jemaah gelombang kedua masih memiliki waktu untuk melanjutkan perjalanan spiritual mereka ke Kota Madinah. Sebelum kembali ke Tanah Air, mereka dijadwalkan meninggalkan Makkah mulai 7 Juni 2026 untuk menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari di kota yang menjadi pusat sejarah peradaban Islam tersebut.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, fase pemulangan jemaah gelombang kedua dari Madinah akan berlangsung mulai 16 hingga 30 Juni 2026.

Masa tinggal di Madinah menjadi kesempatan berharga bagi para jemaah untuk memperdalam pengalaman spiritual. Selain melaksanakan salat berjamaah di Masjid Nabawi, mereka juga dapat berziarah ke sejumlah lokasi bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Ihsan menyebut, waktu di Madinah dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat pemahaman sejarah Islam. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan haji yang sering kali meninggalkan kesan mendalam bagi para jemaah.

“Jemaah masih memiliki kesempatan untuk beribadah di Masjid Nabawi, berziarah, serta mengunjungi sejumlah tempat bersejarah yang memiliki nilai edukasi dan spiritual,” katanya.

Bagi banyak jemaah Indonesia, Madinah bukan sekadar kota persinggahan sebelum pulang. Kota Nabi itu menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan batin sekaligus ruang refleksi setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Selain mengunjungi Masjid Nabawi, para jemaah juga berkesempatan berziarah ke makam Rasulullah SAW dan memasuki Raudhah, area yang diyakini sebagai salah satu taman surga. Kesempatan tersebut menjadi momen yang paling dinantikan banyak jemaah sebelum kembali ke Indonesia.

Di tengah proses pemulangan yang mulai berjalan, pemerintah Indonesia terus mengingatkan para jemaah agar menjaga kesehatan selama perjalanan. Kondisi fisik yang prima dinilai sangat penting mengingat perjalanan udara dari Arab Saudi menuju Indonesia memerlukan waktu cukup panjang.

Dengan dimulainya fase pemulangan ini, musim haji 2026 memasuki babak akhir. Ribuan jemaah Indonesia kini bersiap kembali ke tengah keluarga dengan membawa pengalaman spiritual yang tidak hanya mengubah perjalanan hidup mereka, tetapi juga menjadi bekal moral dan sosial saat kembali berperan di lingkungan masing-masing. (dtc)

Exit mobile version