Pasca Aksi Ricuh, Wakapolda Riau Temui Warga Panipahan, Janji Tindak Tegas Bandar Narkoba

Wakapolda Riau, Irjen Pol Hengky Haryadi. (Foto: Istimewa)

ROHIL, FOKUSRIAU.COM-Situasi keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir mulai terkendali, setelah aksi massa yang sempat memanas dan menimbulkan kericuhan.

Wakapolda Riau, Irjen Pol Hengky Haryadi, turun langsung menemui tokoh masyarakat dan pemuda setempat, Minggu (12/4/2026). Ini merupakan langkah cepat kepolisian dalam meredam ketegangan sekaligus memperkuat komitmen pemberantasan narkoba.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Pasir Limau Kapas itu menjadi forum terbuka antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Agenda utama difokuskan pada pemulihan situasi kamtibmas serta mendorong kolaborasi melawan peredaran narkoba yang menjadi pemicu keresahan warga.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan, khususnya jaringan narkotika di wilayah pesisir tersebut. Dia memastikan, aparat akan lebih intens turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas keamanan.

“Kami akan tindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal. Tidak ada kompromi untuk pelaku narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolda Brigjen Hengky menegaskan, kehadirannya merupakan respons cepat atas situasi yang berkembang. Ia menyebut, peredaran narkoba sebagai ancaman serius yang harus dilawan bersama, baik oleh aparat maupun masyarakat.

“Narkoba adalah kejahatan lintas jaringan. Polda Riau menerapkan zero tolerance, termasuk bagi oknum anggota yang terlibat, sanksinya jelas dan tegas,” kata Hengky.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan di luar hukum. Menurutnya, aksi main hakim sendiri justru berpotensi menimbulkan konflik baru dan memperkeruh keadaan.

Di sisi lain, Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menegaskan pemerintah daerah berdiri di garis depan dalam memerangi narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak terprovokasi isu yang dapat memecah persatuan.

Dialog tersebut juga menjadi ruang aspirasi bagi tokoh masyarakat Panipahan. Mereka menyampaikan harapan agar penindakan terhadap pelaku narkoba dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh hingga ke akar jaringan.

Sebagai hasil pertemuan, seluruh pihak sepakat membangun komitmen bersama melalui deklarasi menjaga keamanan, mendukung penegakan hukum, serta menolak segala bentuk provokasi sosial.

Diketahui sebelumnya, ratusan warga Panipahan melakukan aksi protes yang berujung pembakaran sejumlah aset milik terduga pelaku narkoba. Aksi itu viral secara nasional dan menjadi alarm serius atas tingginya keresahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut. (ckl/zul)

Exit mobile version