SIAK, FOKUSRIAU.COM-Upaya memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi warga terus digencarkan di Kabupaten Siak.
Sebanyak 2.000 bibit pohon produktif ditanam di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, dalam program bertajuk “Siak Hijau, Dosan Bedelau” yang berlangsung, Kamis (9/4/2026).
Aksi penghijauan ini merupakan hasil sinergi antara PT Bumi Siak Pusako (BSP), World Cleanup Day Riau, serta dukungan SKK Migas Sumbagut.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian alam, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman bernilai ekonomi.
Beragam jenis pohon ditanam, mulai dari rambutan, mangga, aren, matoa hingga jeruk nipis. Tanaman ini dipilih karena memiliki potensi hasil jangka panjang yang bisa dimanfaatkan warga setempat, baik untuk konsumsi maupun tambahan penghasilan.
Camat Pusako, Zulfikri, menilai program ini memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya perawatan pohon agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Kalau dirawat dengan baik, ini bisa jadi sumber ekonomi baru sekaligus menjaga lingkungan tetap hijau,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan SKK Migas Sumbagut, Vallerina menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan yang konsisten dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, gerakan penanaman pohon menjadi langkah nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Di sisi lain, Team Manager Community Development PT BSP, Tengku Muchlis menegaskan, program ini tidak sekadar penghijauan.
Ia menyebut pohon buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
“Selain memperindah lingkungan, pohon-pohon ini juga membantu mengurangi risiko banjir dan memperbaiki kualitas udara,” ulasnya.
Program “Siak Hijau, Dosan Bedelau” juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendorong gerakan penghijauan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Kampung Dosan diharapkan menjadi contoh desa hijau yang produktif dan mandiri di masa depan. (bsh)
