TANAH DATAR, FOKUSRIAU.COM-Anggota MPR RI dari Fraksi PKB, Rico Alviano S.T Rajo Nan Sati, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menyasar berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pemahaman nilai dasar bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Acara yang berlangsung dinamis itu dihadiri tokoh adat, pemuda, hingga masyarakat umum. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi.
Rico menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—bukan sekadar konsep, melainkan fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara.
“Pemahaman terhadap Empat Pilar harus terus diperkuat, terutama di era modern dengan berbagai tantangan global dan arus informasi yang begitu cepat,” ujar Rico dalam sambutannya.
Dijelaskan, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, seperti potensi perpecahan akibat perbedaan pandangan.
Karena itu, nilai persatuan dan toleransi harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi ini juga menghadirkan ruang dialog terbuka antara narasumber dan peserta.
Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi serta pertanyaan terkait isu kebangsaan. Diskusi berlangsung hangat, mencerminkan tingginya kepedulian publik terhadap masa depan bangsa.
Rico juga mengajak masyarakat Tanah Datar untuk terus menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia adalah aset besar yang harus dirawat bersama.
“Persatuan adalah kunci. Tanpa itu, kita akan sulit menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Rico berharap masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan begitu, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terus terjaga. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MPR RI dalam memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya di daerah. (dezzo)
