JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Proses seleksi calon Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasuki fase krusial, setelah hasil asesmen resmi diserahkan PPM Manajemen kepada Panitia Seleksi, Senin (4/5/2026).
Dari 10 kandidat yang mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), hanya dua nama yang dinilai paling siap memimpin perusahaan migas daerah tersebut.
Dua kandidat dengan skor tertinggi calon Direktur BSP itu adalah Robi Junipa dan Muttaqin. Robi mencatatkan nilai 7,72, sementara Muttaqin berada di posisi kedua dengan skor 7,64.
Keduanya masuk kategori “disarankan” tanpa catatan, berdasarkan penilaian kompetensi, integritas dan kemampuan manajerial.
Ketua Pansel, Heriyanto menyatakan, hasil asesmen PPM Manajemen menjadi dasar penting dalam menyaring kandidat terbaik.
“Kami telah menerima hasil penilaian kompetensi. Hanya dua orang yang direkomendasikan, yaitu Robi Junipa dan Muttaqin. Namun proses belum selesai karena masih ada tahapan lanjutan,” ujarnya.
Dijjelaskan, dua kandidat tersebut akan menjalani Medical Check Up (MCU) serta wawancara mendalam bersama Bupati Siak sebagai pemegang saham mayoritas BSP.
Wawancara tersebut akan menggali visi, misi, serta strategi kepemimpinan dalam mengelola perusahaan energi daerah.
MCU dijadwalkan berlangsung pekan ini di Eka Hospital Pekanbaru. Sementara itu, wawancara akan digelar dalam dua sesi berbeda, yakni bersama BPKP pada 12 Mei 2026 di Pekanbaru dan bersama SKK Migas pada 18 Mei 2026.
“Perbedaan lokasi dan jadwal karena fokus pembahasan berbeda, mulai dari tata kelola perusahaan hingga strategi sektor migas,” ulasnya.
Di sisi lain, Direktur PPM Manajemen, Aditayani Indra Kukila menegaskan, seluruh proses asesmen dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.
Menurutnya, UKK dirancang untuk menguji kualitas kepemimpinan secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas.
“Setiap tahapan meliputi pemaparan visi-misi, studi kasus, hingga wawancara mendalam. Semua dilakukan oleh asesor independen dengan standar profesional tinggi,” ujarnya.
Aditayani juga memastikan tidak ada intervensi dalam proses seleksi. Seluruh tahapan terdokumentasi dengan baik dan setiap peserta mendapatkan perlakuan yang setara.
“Penilaian kami berbasis indikator terukur, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dengan mengerucutnya dua kandidat teratas calon Direktur BSP, publik kini menunggu keputusan akhir yang akan menentukan arah kepemimpinan perusahaan migas daerah tersebut ke depan. (bsh)
