JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Harga BBM Pertamina kembali mengalami penyesuaian. Per Mei 2026, beberapa produk bahan bakar non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex resmi naik harga. Kebijakan ini merupakan lanjutan evaluasi berkala yang dilakukan perusahaan energi pelat merah tersebut.
Untuk rincian, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.900 per liter, naik Rp500 dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara Dexlite melonjak cukup signifikan menjadi Rp26.000 per liter dari Rp23.600 atau naik Rp2.400 per liter.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp27.900 per liter, dari sebelumnya Rp23.900. Artinya, terjadi lonjakan Rp4.000 per liter.
Di sisi lain, Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Selain itu, harga Pertamax juga tidak mengalami perubahan, tetap di angka Rp12.300 per liter. Begitu pula Pertamax Green yang bertahan di Rp12.900 per liter.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari harga minyak mentah dunia, harga produk olahan internasional hingga nilai tukar rupiah.
Menurutnya, Pertamina tidak semata-mata mengejar keuntungan bisnis. Sebagai BUMN, perusahaan juga memperhatikan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Meski mengalami kenaikan, harga BBM Pertamina masih tergolong kompetitif dibandingkan SPBU swasta. Sebagai perbandingan, harga diesel di SPBU swasta bisa menembus Rp30.000 per liter, lebih tinggi dari produk serupa milik Pertamina.
Pertamina pun memastikan akan terus menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kebutuhan masyarakat. Tidak semua produk mengalami kenaikan, sebagai upaya menjaga daya beli konsumen tetap stabil. (dtk/bsh)
