Razia Narkoba di Kampung Dalam Pekanbaru, Polisi Amankan 2 Terduga Pelaku dan Sabu “Paket Seratus”

Kasat Narkoba, AKP Noki Loviko memimpin langsung razia di Kampung Dalam. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Polisi kembali menggempur kawasan yang diduga menjadi titik rawan peredaran narkotika di Pekanbaru. Dalam operasi yang berlangsung Rabu (6/5/2025), Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menyasar Kampung Dalam dan mengamankan dua orang terduga pelaku, sekaligus menyita sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu.

Razia yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, AKP Noki Loviko, ini merupakan bagian dari langkah intensif aparat dalam menekan peredaran narkotika yang dinilai masih mengancam sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Polda Riau dalam pelaksanaan operasi di kawasan rawan narkoba, yakni Kampung Dalam. Saat operasi berlangsung, kami menemukan dua orang yang diduga terlibat,” ujar AKP Noki Loviko.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan satu paket kecil diduga sabu dari salah satu terduga pelaku. Paket tersebut dikenal di kalangan pengguna dengan istilah “paket seratus”, yang umumnya diperjualbelikan dalam skala kecil.

Sementara itu, satu orang lainnya diamankan dari sebuah rumah kos di sekitar lokasi. Berdasarkan temuan awal, pria tersebut diduga sebagai pengguna narkoba dan kini turut menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

“Yang satu ditemukan dengan barang bukti satu paket sabu. Yang satu lagi diamankan di rumah kos dan diduga sebagai pemakai. Keduanya langsung kami bawa untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, petugas juga melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai. Hasilnya, di sebuah rumah kosong, polisi menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba. Di antaranya alat hisap atau bong, plastik klip kosong, serta bungkusan tisu yang diduga berisi sabu.

Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan dan akan menjalani uji laboratorium guna memastikan jenis dan kandungan zat yang ditemukan.

Operasi ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkoba, terutama di kawasan yang selama ini disebut-sebut sebagai titik rawan. Kampung Dalam sendiri beberapa kali menjadi sorotan dalam kasus serupa, sehingga menjadi prioritas pengawasan aparat.

AKP Noki menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Ia mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkotika.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kampung Dalam, untuk menjauhi narkoba. Jika ada yang mengetahui aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya, segera laporkan kepada pihak berwajib atau ambil langkah tegas untuk menolak,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkoba, karena pelaku kerap memanfaatkan lingkungan yang permisif atau kurang pengawasan.

Saat ini, kedua terduga pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Pekanbaru. Penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik temuan tersebut.

Polisi memastikan akan terus melakukan operasi serupa secara berkala, sebagai upaya menciptakan rasa aman sekaligus menekan angka penyalahgunaan narkotika di Kota Pekanbaru.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga mempersempit ruang gerak jaringan narkoba yang selama ini beroperasi secara sembunyi-sembunyi di tengah masyarakat. (rac)

Exit mobile version