Jawab Keluhan Warga, Jalan Rusak di Pekanbaru hingga Perbatasan Rohil Ditambal

Pempeov Riau mulai melakukan perbaikan jalan rusak. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kerusakan jalan provinsi di Riau mulai mendapat penanganan serius. Setelah lama dikeluhkan warga, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas PUPRPKPP mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan berlubang.

Perbaikan menyasar titik-titik dengan tingkat kerusakan tinggi dan lalu lintas padat. Mulai kawasan perkotaan di Pekanbaru sampai jalur penghubung menuju perbatasan Rokan Hilir.

Langkah percepatan dilakukan setelah keluhan masyarakat terus bermunculan. Jalan berlubang dinilai membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun dan genangan menutupi kerusakan aspal.

Plt Kepala Dinas PUPRPKPP Riau, Thomas mengatakan, pihaknya kini fokus mempercepat pemeliharaan rutin di berbagai ruas jalan provinsi. Instruksi percepatan itu, merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau untuk segera membenahi kerusakan jalan yang ada.

“Penanganan dilakukan bertahap sesuai prioritas kerusakan. Fokus utama kami keselamatan pengguna jalan,” ujar Thomas, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pemeliharaan jalan bukan hanya soal memperbaiki aspal rusak. Namun juga menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada konektivitas jalan antar wilayah.

Di Riau, jalur provinsi memiliki peran vital. Selain menjadi akses utama distribusi barang, ruas jalan tersebut juga menghubungkan kawasan industri, perkebunan hingga permukiman padat penduduk.

Karena itu, kerusakan jalan sering memicu dampak berantai. Mulai dari meningkatnya risiko kecelakaan hingga terganggunya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Kata Thomas, pekerjaan lapangan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan di masing-masing wilayah kerja. Metode perbaikannya berupa penambalan menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP) dan perawatan rutin badan jalan.

Di wilayah barat Riau, UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II kini menangani ruas Mahato perbatasan Rokan Hilir hingga Simpang Menggala. Jalur tersebut termasuk akses penting masyarakat dan kendaraan angkutan barang.

Perbaikan dilakukan agar kondisi jalan tetap fungsional dan aman dilalui. Terlebih, ruas itu cukup ramai dilintasi kendaraan berat setiap hari.

Sementara di kawasan Siak dan sekitarnya, pemeliharaan juga berlangsung di ruas Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu akses strategis penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya daerah kabupaten, perhatian terbesar juga diarahkan ke Kota Pekanbaru. Beberapa titik jalan berlubang di ibu kota provinsi selama ini menjadi sorotan warga karena dinilai membahayakan pengendara roda dua.

Salah satu lokasi yang kini diperbaiki berada di Jalan Tuanku Tambusai kawasan Simpang Paus. Titik itu cukup lama dikeluhkan masyarakat karena banyak lubang muncul di badan jalan.

Petugas melakukan patching aspal menggunakan CAP untuk meratakan permukaan jalan yang rusak. Proses pengerjaan dilakukan bertahap agar tidak mengganggu arus lalu lintas secara total.

Selain Simpang Paus, pekerjaan serupa juga dilakukan di Jalan Datuk Setia Maharaja kawasan Parit Indah. Ruas tersebut termasuk jalur padat kendaraan pada jam kerja dan jam sekolah.

Warga menyambut positif langkah perbaikan yang mulai dilakukan pemerintah. Sebab selama beberapa bulan terakhir, kondisi jalan berlubang sering menyebabkan pengendara harus mengurangi kecepatan secara mendadak.

Situasi itu dinilai rawan memicu kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan deras mengguyur Pekanbaru.

Fenomena jalan rusak sebenarnya bukan persoalan baru di Riau. Selain faktor usia jalan, tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar juga mempercepat kerusakan permukaan aspal.

Di sisi lain, curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi jalan semakin cepat rusak. Air yang masuk ke lapisan aspal memperbesar retakan dan lubang di sejumlah titik.

Karena itu, pemeliharaan rutin dinilai menjadi langkah penting agar kerusakan tidak semakin meluas. Penanganan cepat juga dianggap lebih efisien dibanding menunggu kondisi jalan rusak berat.

Thomas memastikan perbaikan jalan akan terus berlanjut menyesuaikan tingkat urgensi di lapangan. Pemerintah, kata dia, memahami keresahan masyarakat terkait kondisi jalan provinsi.

“Kami memahami keluhan masyarakat. Pemeliharaan akan terus dilakukan agar kondisi jalan tetap mantap dan aktivitas warga tidak terganggu,” katanya.

Ia juga mengimbau pengendara tetap berhati-hati saat melintas di lokasi pengerjaan. Sebab beberapa titik masih dalam proses penanganan dan membutuhkan pengaturan lalu lintas sementara.

Perbaikan jalan provinsi ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat. (*)

Exit mobile version