PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Bursa pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Riau periode 2026–2031 mulai menunjukkan arah jelas. Hingga penutupan pendaftaran bakal calon, Kamis (14/5/2026), hanya satu nama yang resmi masuk dalam penjaringan, yakni Agung Nugroho.
Situasi ini membuat Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Riau diprediksi berlangsung lebih fokus pada penguatan konsolidasi internal ketimbang pertarungan politik antar kandidat.
Di tengah dinamika politik daerah yang mulai bergerak menuju kontestasi 2029, Demokrat Riau tampaknya memilih menjaga soliditas mesin partai.
Tahapan penjaringan sendiri telah dimulai sejak 5 Mei lalu. Proses itu kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran calon ketua hingga resmi ditutup pada Kamis sore.
Panitia Pengarah Musda VI Demokrat Riau, Eka Buana Putra mengatakan, seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi partai. Panitia juga terus berkoordinasi dengan Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Demokrat agar proses berjalan lancar.
“Sejauh ini hanya satu nama yang mendaftar sebagai bakal calon ketua, yakni Agung Nugroho,” ujar Eka didampingi Ririn Handayani di Pekanbaru.
Musda Demokrat Riau dijadwalkan berlangsung, Jumat (15/5/2026) di Hotel Pangeran. Agenda tersebut dinilai penting, karena akan menentukan arah strategi politik Demokrat di Riau untuk lima tahun ke depan.
Tema yang diangkat dalam Musda kali ini adalah “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan Rebut Kemenangan.”
Tema itu dianggap mencerminkan fokus utama partai dalam memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput.
Dalam beberapa tahun terakhir, Demokrat Riau memang menghadapi tantangan besar untuk memperluas pengaruh politik di daerah.
Persaingan partai di tingkat provinsi semakin ketat, terutama setelah munculnya sejumlah figur baru dalam peta politik lokal. Karena itu, Musda kali ini bukan hanya agenda pergantian kepengurusan semata.
Forum tersebut juga menjadi momentum evaluasi terhadap kerja politik partai menjelang agenda politik nasional berikutnya.
Panitia memastikan persiapan pelaksanaan Musda telah dimatangkan, termasuk koordinasi teknis dengan pengurus pusat di Jakarta. Sejumlah elite DPP Demokrat dijadwalkan hadir langsung dalam agenda tersebut.
Di antaranya Sekretaris I BPOKK DPP Demokrat I Made Rai Edi Astawa, Sekretaris II BPOKK DPP Demokrat Manatap Simanjuntak, Deputi Wilayah Sumatera II BPOKK DPP Demokrat Rocky Amu, serta Deputi Wilayah Maluku-Papua DPP Demokrat Panti Silaban.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, dijadwalkan membuka Musda secara daring. Sedangkan Sekretaris Jenderal Demokrat, Herman Khaeron akan hadir langsung di Pekanbaru.
Di sisi lain, dukungan terhadap Agung Nugroho terlihat cukup solid. Ia telah mengembalikan formulir pendaftaran lengkap dengan dukungan dari 12 DPC Demokrat kabupaten/kota se-Riau, satu DPD dan satu organisasi sayap partai.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi politik internal Demokrat Riau relatif berjalan stabil.
Minimnya muncul kandidat lain juga dianggap sebagai sinyal kuat bahwa mayoritas kader masih menginginkan kesinambungan kepemimpinan.
Agung mengatakan, dukungan tersebut lahir dari proses konsolidasi yang dilakukan bersama pengurus di berbagai tingkatan partai.
“Seluruh kabupaten dan kota mendukung satu nama. Semoga Musda berjalan lancar dan menghasilkan kemajuan bagi Partai Demokrat,” katanya.
Lebih jauh, Agung menegaskan, target Demokrat Riau ke depan tidak hanya mempertahankan eksistensi politik, tetapi juga meningkatkan jumlah kursi legislatif serta memperbesar kemenangan kader dalam pilkada.
Menurutnya, semakin banyak kader yang berada di parlemen maupun pemerintahan daerah, maka peluang memperjuangkan aspirasi masyarakat juga semakin besar.
“Semakin banyak kader yang duduk, semakin besar peluang memperjuangkan aspirasi masyarakat. Demokrat memiliki konsep dari ketua umum agar program partai benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Musda Demokrat Riau 2026 pun kini bukan sekadar forum organisasi, melainkan ajang pembuktian apakah partai berlambang mercy itu mampu menjaga momentum kebangkitan politik di Bumi Lancang Kuning. (bsh)
