PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Di tengah kekhawatiran soal ketahanan pangan dan naiknya harga kebutuhan pokok, hamparan jagung pipil di kawasan Jalan Pemuda Ujung, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki justru menghadirkan optimisme baru.
Lahan yang dikelola kelompok tani milik Icuk itu kini menjadi salah satu titik perhatian jajaran Polsek Payung Sekaki dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kapolsek Payung Sekaki, Kompol Rafidin L. Gaol bersama personel turun langsung meninjau perkembangan tanaman jagung di lokasi tersebut. Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Polisi ingin memastikan proses budidaya berjalan baik sekaligus memberi dukungan moril kepada petani yang konsisten menggarap lahan produktif selama dua tahun terakhir.
Didampingi Kanit Binmas Ipda Restu Inanda SH dan Bhabinkamtibmas setempat, Selasa (19/5/2026) pagi, Kapolsek mengecek tiga tahap lahan penanaman jagung pipil yang saat ini sedang dikembangkan kelompok tani tersebut.
Pada lahan tahap pertama seluas sekitar setengah hektare, kondisi tanaman terlihat cukup menjanjikan. Jagung yang telah berusia 94 hari itu tumbuh dengan tinggi rata-rata mencapai 220 sentimeter. Tanaman diperkirakan memasuki masa panen pada 8 Juni 2026 mendatang.
Hamparan tanaman hijau yang menjulang itu menjadi gambaran bahwa sektor pertanian skala masyarakat masih memiliki peluang besar berkembang di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru. Apalagi, lahan tidur yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini mulai diolah menjadi sumber pangan produktif.
“Perkembangannya cukup baik. Ini menunjukkan masyarakat sebenarnya punya potensi besar memanfaatkan lahan yang ada,” kata Kapolsek Payung Sekaki Kompol Rafidin L. Gaol di sela peninjauan.
Namun kondisi berbeda terlihat pada lahan tahap kedua. Area seluas sekitar 2.000 meter persegi dengan usia tanam 58 hari itu tampak kurang subur. Tinggi tanaman rata-rata baru sekitar satu meter dan pertumbuhannya belum merata.
Faktor cuaca, kualitas tanah, hingga perawatan menjadi tantangan tersendiri bagi petani jagung di kawasan tersebut. Meski begitu, kelompok tani tetap berupaya melakukan perawatan agar hasil panen berikutnya lebih maksimal.
Sementara itu, untuk tahap ketiga, lahan seluas setengah hektare lainnya sudah dipersiapkan untuk penanaman baru pada awal Juni nanti. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan yang dilakukan kelompok tani setempat agar produktivitas lahan tetap berjalan.
Keberadaan aparat kepolisian dalam kegiatan pertanian seperti ini mulai menjadi fenomena menarik di berbagai daerah. Selain menjaga keamanan, polisi kini juga ikut mendorong program sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pangan.
Kapolsek Rafidin mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian rakyat sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai, pemanfaatan lahan kosong menjadi area pertanian produktif dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
“Kami ingin memberi motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif. Ketahanan pangan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, aktivitas pertanian yang dilakukan kelompok tani milik Icuk juga memperlihatkan bagaimana masyarakat mampu bertahan melalui sektor pangan di tengah tekanan ekonomi. Dalam dua tahun terakhir, kelompok tani tersebut secara konsisten mengelola lahan dan menanam jagung pipil secara bertahap.
Bagi warga sekitar, keberadaan kebun jagung itu bukan hanya menghasilkan panen, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi kecil di lingkungan setempat. Mulai dari tenaga perawatan, distribusi hasil panen, hingga pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak tergarap.
Pengembangan jagung pipil sendiri dinilai cukup strategis karena memiliki permintaan pasar yang stabil. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga banyak dibutuhkan untuk pakan ternak dan industri olahan.
Saat ini, data Kementerian Pertanian menunjukkan, kebutuhan jagung nasional terus meningkat setiap tahun, terutama untuk sektor peternakan. Kondisi itu membuka peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Di Pekanbaru, pemanfaatan lahan perkotaan untuk pertanian produktif mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah kelompok tani mencoba memanfaatkan lahan kosong menjadi area tanam hortikultura maupun jagung sebagai alternatif penguatan ekonomi warga.
Langkah seperti ini dinilai penting karena kawasan perkotaan selama ini lebih identik dengan pembangunan fisik dibanding sektor pertanian. Padahal, lahan-lahan tidur masih cukup banyak ditemukan di pinggiran kota.
Peninjauan yang dilakukan jajaran Polsek Payung Sekaki pun diharapkan menjadi dorongan nyata agar kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah terus terbangun. Dukungan pendampingan serta perhatian terhadap petani dinilai dapat meningkatkan semangat warga untuk terus mengembangkan sektor pertanian mandiri.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Warga sekitar juga terlihat antusias menyambut kedatangan aparat kepolisian yang ikut turun langsung ke area kebun.
Jika panen tahap pertama berjalan sesuai target pada Juni nanti, kebun jagung di Tirta Siak itu berpotensi menjadi contoh kecil bagaimana ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan masyarakat sendiri. (bsh)
